GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Padendang Dimainkan di Atas Truk yang Berjalan Saat Pawai Bolasoji

Padendang Dimainkan di Atas Truk yang Berjalan Saat Pawai Bolasoji

×


IKN-Tolitoli – Pemandangan tak biasa mewarnai pawai Bolasoji dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kabupaten Tolitoli, Sabtu (19/9/2026).

Di tengah iring-iringan peserta pawai, sebuah truk berjalan perlahan membawa Kelompok Padendang Karya Talamandu. Di atas kendaraan tersebut, para Indo-Indo dan Ambo-ambo memainkan Padendang sekaligus melakukan aksi menumbuk padi menggunakan lesung panjang, sambil kendaraan terus bergerak mengikuti rute pawai.

Penampilan itu menjadi perhatian karena, berdasarkan keterangan Kelompok Padendang Karya Talamandu, untuk pertama kalinya di Tolitoli kesenian Padendang dimainkan di atas kendaraan truk yang sedang berjalan dalam iring-iringan pawai. Tidak hanya itu, tradisi menumbuk padi secara bersama-sama menggunakan lesung panjang juga untuk pertama kalinya dilakukan di atas kendaraan yang bergerak dalam pawai tersebut.

Bukan Sekadar Pawai, Tradisi Dibawa Berjalan

Penampilan Kelompok Padendang Karya Talamandu merupakan bagian dari kemeriahan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (DPD KKSS) Kabupaten Tolitoli.

Kelompok tersebut merupakan kelompok binaan Lembaga Seni Budaya Sulsel (LSB-SS) Organisasi Otonom darip DPD KKSS Kabupaten Tolitoli.

Berbeda dari pertunjukan Padendang pada umumnya, kali ini para pemain tidak tampil di panggung atau di satu lokasi tertentu. Mereka justru membawa kesenian tersebut ke tengah perjalanan pawai.

Di atas truk yang bergerak, bunyi Alu beradu lesung kayu menciptakan irama Padendang. Para Indo-Indo dan Ambo-ambo tampil bersama dalam satu rombongan, menjadikan kendaraan tersebut seperti panggung berjalan di tengah pawai.

Momen tersebut menjadi salah satu penampilan paling istimewa yang dilakukan Kelompok Padendang Karya Talamandu dari sejumlah kegiatan dan undangan tampil yang telah mereka lakoni.

Jadi Catatan Baru dalam Pawai Budaya di Tolitoli

Kreativitas tersebut bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan pawai, tetapi juga membawa tradisi Padendang ke ruang pertunjukan yang berbeda.

Tradisi yang selama ini identik dengan aktivitas masyarakat dan kebudayaan agraris ditampilkan dalam suasana pawai, sehingga dapat disaksikan lebih luas oleh masyarakat sepanjang rute perjalanan.

Rombongan pawai berangkat dari Sekretariat DPD KKSS Kabupaten Tolitoli di Jalan WR Supratman, kemudian bergerak menuju Masjid Jami Tolitoli.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu pagi hingga menjelang siang.

Kelompok Padendang Karya Talamandu dalam penampilan tersebut dikoordinasikan oleh Anwar Ladarê' dan Latapê', bersama para Indo-Indo dan Ambo-ambo yang menjadi bagian dari kelompok.

Bagi Kelompok Padendang Karya Talamandu, penampilan ini bukan sekadar ikut memeriahkan Maulid Nabi 1448 H. 

Lebih dari itu, mereka menghadirkan sebuah pengalaman baru dalam pertunjukan budaya di Tolitoli: Padendang dimainkan, padi ditumbuk, dan tradisi tetap hidup bahkan ketika panggungnya sedang berjalan.   (SP)

0Komentar