IKN-Pekalongan – 18/9/2026 Suasana religius dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Manakib Jatma Aswaja (Ahli sunah waljamaah) NTB di Pekalongan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di tanah perantauan.
Pelaksanaan Manakib Jatma Aswaja NTB di Pekalongan berada dalam semangat kepemimpinan Ketua Umum Jatma Aswaja NTB, Gus Mislahudin, bersama jajaran organisasi, serta Ketua PC Lombok Tengah, Dr. Mohammad Zaki, M.Pd. Kehadiran para pengurus dan anggota menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga hubungan kekeluargaan masyarakat NTB, khususnya warga Lombok Tengah.
Kegiatan Manakib tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berkumpul, berdialog, memperkuat komunikasi, dan membangun rasa saling peduli antarsesama warga NTB yang berada di Pekalongan dan sekitarnya.
Dalam suasana majelis yang penuh kekhidmatan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Pembacaan manakib, do'a bersama, serta penyampaian pesan-pesan keagamaan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Manakib sebagai Sarana Memperkuat Nilai Keagamaan
Manakib merupakan salah satu tradisi keagamaan yang telah dikenal di tengah masyarakat. Melalui pembacaan manakib, jamaah diajak untuk mengenang perjalanan dan keteladanan tokoh-tokoh yang memiliki nilai penting dalam sejarah keislaman.
Kisah keteladanan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan renungan bagi para jamaah. Nilai kesabaran, keikhlasan, ketekunan, perjuangan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi pesan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Jatma Aswaja NTB, kegiatan keagamaan seperti ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Majelis menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang, sehingga hubungan persaudaraan dapat terus dirawat.
Dengan demikian, Manakib bukan hanya menjadi kegiatan ritual, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial.
Gus Mislahudin: Menjaga Jatma Aswaja NTB sebagai Wadah Persaudaraan
Di bawah kepemimpinan Gus Mislahudin sebagai Ketua Umum Jatma Aswaja NTB, semangat kebersamaan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan organisasi.
Jatma Aswaja NTB diharapkan dapat terus menjadi wadah yang mampu mempertemukan masyarakat NTB, baik yang berada di daerah asal maupun di tanah perantauan.
Keberadaan organisasi menjadi semakin penting ketika masyarakat berada jauh dari kampung halaman. Selain sebagai wadah silaturahmi, organisasi dapat menjadi ruang untuk saling mendukung, berbagi informasi, dan membangun kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Manakib di Pekalongan menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Masyarakat dapat berkumpul dalam suasana religius sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
Kepemimpinan dalam organisasi tidak hanya berkaitan dengan menjalankan struktur kepengurusan, tetapi juga bagaimana menciptakan ruang kebersamaan yang dapat dirasakan oleh seluruh anggota.
Dr. Mohammad Zaki, M.Pd. dan Semangat PC Lombok Tengah
Sementara itu, Dr. Mohammad Zaki, M.Pd., selaku Ketua PC Lombok Tengah, menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan masyarakat Lombok Tengah dalam wadah organisasi.
PC Lombok Tengah memiliki peran dalam menjaga komunikasi dan kebersamaan masyarakat Lombok Tengah, termasuk mereka yang berada jauh dari daerah asal.
Kegiatan Manakib memberikan ruang bagi anggota dan masyarakat untuk bertemu secara langsung. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan.
Kebersamaan antara Jatma Aswaja NTB dan PC Lombok Tengah juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi organisasi. Dengan komunikasi yang baik antara tingkat pusat dan cabang, berbagai kegiatan keagamaan dan sosial dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Manakib Jatma Aswaja NTB di Pekalongan menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat silaturahmi masyarakat NTB di tanah perantauan.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Jatma Aswaja NTB Gus Mislahudin dan Ketua PC Lombok Tengah Dr. Mohammad Zaki, M.Pd., kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat membangun organisasi yang berlandaskan persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian.
Manakib memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama mengenang keteladanan, memperkuat nilai spiritual, serta mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama warga NTB. Silaturahmi yang terjalin diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus diwujudkan dalam berbagai bentuk kepedulian dan kerja bersama.
Dari Pekalongan, semangat persaudaraan masyarakat NTB terus dirawat. Melalui Jatma Aswaja NTB dan PC Lombok Tengah, tradisi keagamaan, silaturahmi, serta nilai-nilai kekeluargaan diharapkan tetap tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Manakib menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat hubungan sesama manusia, dan menjaga persaudaraan agar tetap kokoh di mana pun masyarakat NTB berada. (TIM)

0Komentar