GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Gambar

×

Opini

Oleh: Wisno D. Sampulawa
Tokoh Muda Maluku Utara 

Laut Maluku Utara selalu menyimpan cerita tentang ketangguhan, tentang denyut kehidupan pesisir yang berpadu dengan deburan ombak dan angin yang setia menemani langkah para nelayan. Di tengah hamparan biru Pulau Obi, sebuah babak baru yang menghangatkan hati baru saja terukir melalui sinergi yang apik antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Harita Nickel dalam bingkai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Penyerahan bantuan kapal penampung ikan berkapasitas 10 gross tonnage secara simbolis kepada Ibrahim selaku Ketua Kelompok Nelayan Soligi bukan sekadar penyerahan sebuah sarana fisik semata, melainkan sebuah simbol nyata dari kepedulian yang merangkul dan menumbuhkan asa bagi masa depan nelayan lokal.

Kehadiran Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam kegiatan Temu Sinergi di Sofifi menegaskan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan selalu berpijak pada kebersamaan dan perhatian tulus kepada masyarakat kecil. Apresiasi yang disampaikan olehnya terhadap langkah nyata Harita Nickel mencerminkan sebuah harmoni kolaborasi yang ideal antara dunia industri dan kesejahteraan rakyat pesisir. Ketika potensi hasil tangkapan ikan yang melimpah di Pulau Obi disambut dengan dukungan optimal untuk penyerapan kebutuhan perusahaan, di sanalah roda ekonomi kerakyatan berputar dengan seimbang, memberikan senyum kelegaan bagi para keluarga nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya pada kemurahan Samudra Pasifik.

Lebih dari sekadar megahnya fisik kapal penampung ikan yang dikerjakan langsung oleh masyarakat nelayan Soligi melalui pendekatan padat karya dan kearifan lokal, sentuhan pendampingan yang diberikan menyentuh aspek yang jauh lebih esensial yaitu rasa aman dan kepastian hukum. Fasilitas komunikasi, pengurusan perizinan rumpon, hingga pengusulan pembentukan kelompok pengawasan laut berbasis masyarakat adalah bentuk nyata perlindungan menyeluruh. Seperti yang diungkapkan oleh Ibrahim dengan penuh rasa syukur, legalitas dan payung hukum tersebut memberikan ketenangan batin yang luar biasa bagi para nelayan saat mengarungi lautan luas, mengubah kekhawatiran menjadi keyakinan untuk terus berkarya.

Pada akhirnya, apa yang terjalin di pesisir Pulau Obi ini mengajarkan kita bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan keharmonisan, melainkan dapat diraih bergandengan tangan dalam suasana yang sejuk dan penuh kekeluargaan. Harapan besar dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar kolaborasi ini terus berlanjut melalui penguatan kapasitas usaha dan tata kelola perikanan menyiratkan sebuah optimisme masa depan yang cerah. Di bawah langit Maluku Utara yang tenang, deru mesin kapal baru dan senyum para nelayan Soligi menjadi saksi bisu bahwa ketika kepedulian bertemu dengan kerja nyata, kesejahteraan bukanlah angan-angan semata melainkan kenyataan yang indah untuk dirayakan bersama.


0Komentar