GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Stok Obat Kosong, Pasien Penyakit Dalam Terpaksa Libur Minum Obat

Stok Obat Kosong, Pasien Penyakit Dalam Terpaksa Libur Minum Obat

×


IKN-Kota Bogor – Seorang pasien penyakit dalam berinisial S mengeluhkan keterlambatan ketersediaan obat di Puskesmas Bale Kambang, Kecamatan Bogor Selatan, yang diduga disebabkan belum tersedianya pasokan obat dari Apotek Kimia Farma. Akibatnya, pasien yang harus mengonsumsi obat setiap hari terpaksa menghentikan sementara pengobatannya.

Pasien tersebut telah menjalani pengobatan di RS Melania selama kurang lebih delapan tahun di bawah penanganan dokter spesialis penyakit dalam. Karena kondisi kesehatannya dinilai stabil, pasien tidak lagi menjalani kontrol rutin di rumah sakit yang sebelumnya dilakukan setiap minggu. Selanjutnya, pelayanan pengobatan dialihkan ke Puskesmas Bale Kambang melalui program rujuk balik.

Sesuai jadwal, setiap tanggal 25 setiap bulan pasien memperoleh obat rutin di Puskesmas Bale Kambang. Obat yang harus dikonsumsi setiap hari antara lain Valsartan, Gliquidone, Acarbose, dan Ramipril.

Namun, pada Kamis 25 Juni 2026, obat yang dibutuhkan tidak tersedia di puskesmas. Menurut keterangan petugas, stok obat belum ada dan pasien diminta kembali pada hari Senin atau Selasa. Saat pasien kembali datang pada Rabu, 1 Juli 2026, obat tersebut ternyata masih belum tersedia.

Pihak puskesmas menjelaskan bahwa obat belum dikirim oleh Kimia Farma sehingga belum dapat disalurkan kepada pasien. Kondisi ini menyebabkan pasien tidak dapat mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, padahal terapi tersebut harus dilakukan setiap hari tanpa terputus.

Menanggapi persoalan tersebut, Manajer Apotek Kimia Farma Juanda Bogor, Yandi, saat dikonfirmasi oleh IKN via WhatsApp menjelaskan bahwa obat yang dimaksud saat ini sudah tersedia (ready).

Pasien berharap pihak Apotek Kimia Farma Juanda Bogor bersama Puskesmas Bale Kambang dapat meningkatkan koordinasi agar pasokan obat bagi pasien penyakit kronis tidak lagi mengalami keterlambatan. Ketersediaan obat secara tepat waktu sangat penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan terapi, kesehatan, dan keselamatan pasien.

Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait agar pelayanan kesehatan, khususnya penyediaan obat bagi pasien program rujuk balik, dapat berjalan secara profesional dan tidak merugikan masyarakat yang bergantung pada pengobatan rutin setiap bulan.  (Red)

0Komentar