GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal Bangun Budaya Literasi Anak Desa Simaninggir

Mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal Bangun Budaya Literasi Anak Desa Simaninggir

×


IKN-Simaninggir – 8 Juli 2026, Suasana Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Mandailing Natal Kelompok 43 di Desa Simaninggir, Kecamatan Sihapas Barumun, Kabupaten Padang Lawas berubah menjadi ruang belajar pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Puluhan anak dan remaja mengikuti Program Pengembangan Literasi yang digelar mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan literasi dasar di lingkungan desa.

Program tersebut memadukan pembelajaran Bahasa Inggris dasar dengan pendampingan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Materi disusun berdasarkan tingkat kemampuan peserta sehingga proses belajar berlangsung lebih interaktif dan mudah dipahami.

Koordinator pembelajaran Bahasa Inggris, Anisa Tri Angelia, mengatakan pendekatan yang digunakan tidak bertumpu pada hafalan, melainkan pada praktik, permainan edukatif, dan komunikasi sederhana agar peserta terbiasa menggunakan kosakata dasar dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin mengubah anggapan bahwa belajar Bahasa Inggris itu sulit. Melalui metode yang sederhana, praktik langsung, dan permainan edukatif, anak-anak dapat belajar dengan lebih menyenangkan sekaligus memahami kosakata serta percakapan dasar yang bermanfaat bagi mereka," kata mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris itu.

Menurut Anisa, pengenalan Bahasa Inggris sejak usia dini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga membuka akses anak-anak terhadap pengetahuan yang semakin berkembang di era digital.

Sementara itu, koordinator program calistung, Tri Idha Sari, menilai penguasaan membaca, menulis, dan berhitung merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Karena itu, pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta.

"Kami berharap program ini dapat membantu anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam calistung sehingga mereka lebih percaya diri mengikuti pembelajaran di sekolah. Literasi dasar yang kuat akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan," ujarnya.

Program Pengembangan Literasi menjadi salah satu agenda pengabdian Mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal Kelompok 43 yang diarahkan untuk memperluas akses belajar bagi anak-anak di Desa Simaninggir. Selain meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kebiasaan membaca, memperkuat semangat belajar, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan anak.

Bagi mahasiswa KKN, keberhasilan program tidak semata diukur dari terselenggaranya kegiatan, melainkan dari tumbuhnya kebiasaan belajar yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Mereka berharap ruang belajar yang dibangun selama masa pengabdian dapat menjadi titik awal lahirnya budaya literasi yang terus berkembang di Desa Simaninggir.   (M.M.P)

0Komentar