GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Diduga Pungutan di MAN 4 Cijeruk Kembali Jadi Sorotan, Lima Calon Siswa Dikabarkan Mengundurkan Diri

Diduga Pungutan di MAN 4 Cijeruk Kembali Jadi Sorotan, Lima Calon Siswa Dikabarkan Mengundurkan Diri

×


IKN-Kabupaten Bogor – Dugaan adanya pungutan yang membebani orang tua siswa di MAN 4 Cijeruk, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan publik setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Persoalan ini disebut-sebut bukan kali pertama muncul dan diklaim telah menjadi polemik yang berulang setiap tahun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya lima calon siswa dikabarkan mengundurkan diri karena orang tua mereka tidak sanggup membayar sejumlah biaya yang diduga dibebankan kepada peserta didik baru. Dugaan pengunduran diri tersebut, menurut sumber yang diperoleh wartawan, disampaikan oleh Kepala MAN 4 Cijeruk, Deden, di hadapan peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Selain persoalan pungutan, beredar pula informasi bahwa pihak sekolah disebut tengah mencari dukungan dari sejumlah pihak, termasuk pelatih pencak silat, serta berencana menemui pimpinan salah satu media daring. Namun, hingga berita ini diterbitkan, tujuan maupun maksud dari pertemuan tersebut belum dapat dipastikan.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 21 Juli 2026, Kepala MAN 4 Cijeruk, Deden, belum memberikan penjelasan terkait dugaan pungutan maupun kabar pengunduran diri siswa. Ia hanya menyampaikan singkat, "Gak bisa lagi sibuk, saya mau makan. Lain kali saja."

Dugaan pungutan tersebut menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai dasar hukum penarikan biaya kepada orang tua murid, terutama apabila pungutan dilakukan tanpa dasar peraturan yang jelas atau bersifat wajib. Sesuai ketentuan perundang-undangan, pungutan di lingkungan pendidikan negeri harus mengacu pada peraturan yang berlaku dan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor selaku instansi yang membawahi MAN 4 Cijeruk belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut. Media ini masih berupaya meminta klarifikasi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik.   (Red)

0Komentar