IKN-Manado – Gedung Komite Nasional Indonesia (KONI) Sario Kota Manado mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda sulawesi utara sekitar bulan april 2026.
Sarana milik pemerintah yang menyediakan fasilitas sering digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas olahraga, dan berbagai ajang olahraga lokal maupun nasional seperti liga olahraga, kejuaraan daerah, berbagai pertandingan turnamen yang sering ditonton oleh warga kini sudah tidak bisa diselenggarakan digedung koni karena dinding gedung koni telah roboh akibat kuatnya guncangan gempa bumi yang membuat bangunan menjadi rusak.
Hal ini juga membuat terganggunya pelaksanaan pelatihan para atlet olahraga dimana atlet dari berbagai cabang olahraga sering melaksanakan pembinaan dan pelatihan rutin dengan menggunakan fasilitas indoor (dalam ruangan) dan fasilitas pendukung lainnya yang ada dalam gedung koni untuk meningkatkan performa para atlet agar siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Namun kini fasilitas yang sering digunakan kini telah rusak.
Bahkan hingga tanggal 21 juni 2026 ketika wartawan inilah kabar nusantara.com (IKN) mendatangi bagian luar gedung koni Sario Manado terpantau dari jauh bahwa tidak ada warga yang mengunjungi ataupun beraktivitas di sekitar gedung koni.
Gedung yang beralamat di kompleks jalan jenderal Ahmad yani kecamatan Sario Kota Manado saat ini berada dalam kondisi bahaya yang pada bangunan roboh. Masih ada sisa-sisa retakan yang berpotensi menjadi reruntuhan yang akan jatuh menimpa area sekitar gedung yang bisa membahayakan. Jika ada warga yang berkunjung atau beraktivitas di sekitar gedung sehingga untuk keselamatan sebaiknya warga menjauhi area gedung koni Manado.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan segera melakukan perbaikan berbagai kerusakan dalam bangunan gedung koni Sario Manado secara cepat dan terarah. Agar bisa segera digunakan oleh masyarakat karena proses perbaikan gedung tersebut merupakan prioritas pemerintah daerah.
Hal ini disampaikan oleh gubernur sulawesi utara Mayjen TNI (purn) Yulius Selvanus Komaling. S.E. Dalam kunjungan ke gedung koni Manado yang bersumber dari beberapa media yang menginformasikan bahawa setelah gempa bumi melanda wilayah sulawesi utara. Gubernur mengunjungi gedung koni Manado kunjungan tersebut dilakukan setelah adanya laporan bahwa telah terjadi kerusakan pada struktur bangunan gedung olahraga koni akibat gunjangan gempa bumi.
Kemudian gubernur langsung mengunjungi lokasi gedung tersebut untuk menjanjau kerusakan gedung. Di lokasi ini gubernur mengungkapkan pada awak media bahwa adanya indikasi kesalahan konstruksi dalam membangun gedung milik pemerintah provinsi sulawesi utara ini. Sehingga bangunan mudah runtuh saat diguncang gempa, ini membahayakan warga dan juga para pedagang yang beraktivitas disekitar lokasi.
Kemudian gubernur mengunstruksikan jajaran terkait untuk melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi dan juga mengkoordinasikan kepada pihak-pihak terkait. Mengenai pelaksanaan perbaikan kerusakan pada gedung olahraga Sario koni yang pada pelaksanaannya aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan renovasi.
Gubernur juga telah berkoordinasi untuk memastikan langkah perbaikan berjalan cepat dan terarah. Beberapa media menginformasikan bahwa pemerintah provinsi sulawesi utara akan memperbaiki kerusakan bangunan gedung koni dan fasilitas yang ada. Itu telah dikoordinasikan oleh gubernur Yulius yang juga mencakup penataan ulang kawasan sekitaran yang sudah termasuk area para pedagang agar para pedagang dapat beraktivitas dengan nyaman.
Adapun proses perbaikan gedung koni dan sekitarannya yang akan dilaksanakan oleh pihak-pihak tertentu, perkembangannya akan dipantau oleh pemerintah daerah sulawesi utara secara intensif.
Untuk mendukung pembangunan pemerintah daerah ini, ahli arsitek memberikan tanggapan mengenai perlunya kajian teknis lanjutan oleh tenaga ahli karena kolaborasi ini penting agar bangunan publik aman digunakan masyarakat.
Tanggapan ahli arsitek ini bersumber dari media kompas.com dimana arsitek sekaligus penilai kelaikan bangunan gedung, Ar. Stenly Kiraling memberi tanggapan bahwa agar bangunan memenuhi aspek keselamatan. Selain adanya kekuatan struktur bangunan perlunya aspek keselamatan yang mencakup desain arsitektur dan tata ruang, sperti jalur evakuasi, akses keluar darurat, serta area aman dari potensi jatuhan material.
Ahli arsitek mendorong untuk evaluasi berkala terhadap bangunan agar memenuhi standar keselamatan bangunan. (mer)

0Komentar