GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Prajurit Hafiz 30 Juz dari Jombang: Keteguhan Iman di Balik Seragam TNI

Prajurit Hafiz 30 Juz dari Jombang: Keteguhan Iman di Balik Seragam TNI

×


IKN- Jombang – Di tengah citra tegas dan disiplin yang melekat pada Tentara Nasional Indonesia (TNI), muncul sosok prajurit muda yang menghadirkan sisi lain yang begitu menggetarkan hati. Ia adalah Ramadhan, seorang prajurit asal Jombang, yang mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial karena kemampuannya menghafal 30 juz Al-Qur’an sebuah pencapaian luar biasa yang tidak semua orang mampu meraihnya.

Kisahnya mulai viral setelah sebuah video beredar luas di platform TikTok. Dalam rekaman tersebut, Ramadhan tampak duduk bersama rekan-rekan sesama prajurit di sebuah ruangan sederhana. Dengan sikap tegap dan penuh hormat, ia memperkenalkan diri di hadapan komandannya.

Namun suasana berubah menjadi penuh kekaguman ketika sang komandan mengajukan pertanyaan sederhana namun sarat makna: “Kamu hafal berapa juz Al-Qur’an?”

Tanpa ragu, Ramadhan menjawab tegas, “Siap! 30 juz.”

Jawaban itu bukan sekadar pernyataan melainkan pembuktian nyata. Sang komandan kemudian mengujinya secara langsung. Ramadhan diminta membaca beberapa ayat dari berbagai surat, mulai dari Surah Al-Kahfi hingga Surah Al-Mulk. Ia melantunkannya dengan lancar, tenang, dan penuh penghayatan.

Ujian semakin mendalam ketika komandan membacakan potongan ayat dari Surah An-Nisa ayat ketiga, lalu meminta Ramadhan melanjutkannya. Tanpa jeda, tanpa kesalahan, ia meneruskan ayat tersebut hingga selesai membuktikan bahwa hafalannya bukan sekadar klaim, melainkan hasil dari proses panjang yang disiplin dan penuh ketekunan.

Kemampuan luar biasa ini bukan didapat secara instan. Ramadhan mengungkapkan bahwa ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Al Azhar, sebuah lembaga pendidikan yang dikenal mencetak para penghafal Al-Qur’an. Dari sanalah fondasi spiritual dan intelektualnya dibangun, hingga akhirnya ia mampu membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan militernya.

Kisah Ramadhan menjadi bukti bahwa kekuatan seorang prajurit tidak hanya terletak pada fisik dan strategi tempur, tetapi juga pada keteguhan iman dan kedalaman spiritual. Ia adalah representasi harmonis antara disiplin militer dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebuah kombinasi langka yang menginspirasi banyak orang.

Di akhir video, suasana haru dan bangga pecah ketika sang komandan menyerukan takbir, seolah menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya milik Ramadhan, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh bangsa.  (*)

Sumber : viva.co.id 

0Komentar