Acara berlangsung secara resmi dan khidmat, dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut, H. M. Khairudin, S.Ag., M.Pd.I didampingi jajaran staf Kemenag. Turut hadir pula menyaksikan jalannya musyawarah, Pengawas Pendidikan SMA dan SMK Kabupaten Tanah Laut, Muhamad Bustani, M.Pd, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia ( AGPAII) Kabupaten Tanah Laut, Ardani, S.Pd.I serta Kepala SMK PP Negeri Pelaihari, Hariyatun, S.Pt., M.Pd selaku tuan rumah yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini di lingkungan sekolahnya dan mengapresiasi serta kesiapan pihaknya dalam mendukung setiap kegiatan MGMP PAI. Ia berharap pertemuan ini melahirkan kepemimpinan baru yang kuat, sehingga sinergi antar guru semakin terjalin erat dan berdampak positif pada pembentukan karakter para murid nantinya.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tanah Laut menegaskan bahwa MGMP merupakan garda terdepan dalam penyamaan persepsi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan penyebaran nilai-nilai moderasi beragama. Ia berharap proses pemilihan berjalan secara demokratis dan melahirkan pemimpin yang mampu menyatukan visi serta menggerakkan program kerja yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Melalui proses musyawarah dan mufakat yang berjalan lancar, terpilih secara aklamasi dan ditetapkan nama-nama yang dipercaya mampu memegang tongkat kepemimpinan organisasi. Untuk jabatan Ketua MGMP PAI tingkat SMA se-Kabupaten Tanah Laut, terpilih Sukani, S.Pd.I, asal unit kerja SMA Negeri 1 Takisung. Sementara itu, untuk jenjang SMK Se-Kabupaten Tanah Laut, amanah Ketua MGMP PAI diemban oleh Addy Yan Yusuf, S.Sos.I., S.Pd., S.H., M.H, asal unit kerja SMK Negeri 2 Pelaihari.
Kedua Ketua MGMP terpilih jenjang SMK, Addy Yan Yusuf (kiri) dan jenjang SMA, Sukani (kanan)Dihubungi melalui telepon seluler, Ketua MGMP PAI terpilih jenjang SMK, iyan sapaan akrab Addy Yan Yusuf mengatakan akan intens melakukan pelatihan kompetensi para guru PAI berbasis pemanfaatan teknologi digital karena guru PAI harus mampu dan piawai menggunakan platform digital untuk menunjang sistem pembelajaran secara modern.
"Jadi guru PAI tidak hanya mampu menguasai materi secara teori atau istilahnya letter lecht (persis seperti yang tertulis dalam teks saja), meskipun ilmu agamanya diluar kepala tetapi kemampuan menguasai teknologi digital tidak kalah pentingnya untuk bersaing di era society 5.0, yaitu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi, di mana berbagai inovasi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) digunakan untuk menyelesaikan berbagai tantangan disektor pendidikan demi meningkatkan kualitas keilmuan paripurna, selain itu keuntungan lainnya (media digital) dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah secara inklusif dan komprehensif", jelas iyan yang juga pemilik Biro Perjalanan Wisata Domestik PT Borneo Mitra Grup itu. (Tim)


0Komentar