IKN-Labuhan Batu – Gerakan Solidaritas Masyarakat Sumatera Utara (GSM-SU) mengkritik terkait maraknya peredaran narkoba yang terjadi di wilayah Labuhan Batu yang ada di 3 titik krusial yaitu di Pajak Desa Purworejo Kecamatan Aek kuo, Jalan gembira labuhan bilik dan Kecamatan na IX-X .
Peredaran gelap narkoba adalah ancaman luar biasa (extraordinary crime) bagi masa depan bangsa yang dapat merusak moral, kesehatan, sosial, ekonomi dan keamanan nasional. Oleh karena itu, Gerakan Solidaritas Masyarakat Sumatera Utara (GSM-SU) mengajak seluruh masyarakat berkomitmen untuk menyatakan perang terhadap narkoba melalui aksi nyata P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Sikap dan Pernyataan Resmi Terhadap Narkoba
- Ancaman kemanusiaan, kejahatan narkoba meruntuhkan nilai etika sosial dan merusak jaringan saraf pusat generasi muda.
- Darurat nasional, geografi Indonesia yang luas dimanfaatkan sindikat internasional via jalur laut, udara dan digital.
- Sanksi hukum tegas, pengedar dan bandar dapat dijerat hukuman penjara seumur hidup hingga vonis mati sesuai UU No. 35 Tahun 2009.
- Tanggung jawab bersama, pemberantasan tidak bisa bertumpu pada Badan Narkotika Nasional (BNN) atau Polri saja, melainkan butuh partisipasi aktif masyarakat.
Dampak Nyata Peredaran Narkoba
- Aspek kesehatan, menyebabkan kecanduan fisik, gangguan psikologis, hingga kerusakan organ permanen.
- Aspek sosial dan keamanan, mendorong lonjakan kriminalitas, pencurian dan kekerasan akibat desakan candu.
- Aspek generasi, merusak masa depan pelajar dan mahasiswa yang menjadi pilar pembangunan negara.
Namun dengan adanya pernyataan sikap tersebut, tak sedikit pun membuat aparat penegak hukum dan pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota, se Sumatera Utara untuk bergerak langsung atau menurunkan tim satuan tugas (satgas) anti narkoba melakukan tindakan nyata dengan melakukan penyegelan terhadap seluruh barak barak narkoba yang ada di labuhan batu.
"Ini bukan lagi persoalan biasa. Ketika teror dan narkoba hadir bersamaan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan, tetapi masa depan masyarakat Labuhan Batu secara keseluruhan. Penanganan tidak boleh setengah-setengah. Jangan hanya menangkap pelaku kecil, tetapi bongkar jaringan besarnya," ungkap Yusrizal selaku Ketua Gerakan Solidaritas Masyarakat Sumatera Utara (GSM-SU), Selasa (19/05/26). ( AA)

0Komentar