GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
BPD KKSS Tolitoli Gelar Tudang Sipulung Majelis Subuh Berkah Kerukunan Dan Sedekah Jumat

BPD KKSS Tolitoli Gelar Tudang Sipulung Majelis Subuh Berkah Kerukunan Dan Sedekah Jumat

×

IKN-Tolitoli – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Tudang Sipulung Majelis Subuh Berkah Kerukunan. Jumat pagi yang penuh keberkahan menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar BPD KKSS Kabupaten Tolitoli. Bertempat di Sekretariat dan Rumah Singgah BPD KKSS Tolitoli, pada Jumat (08/05/26) bertepatan dengan 20 Dzulkaidah 1446 H pukul 05.30 WITA hingga selesai, kegiatan tersebut digelar perdana Tudang Sipulung Majelis Subuh Berkah Kerukunan dan Sedekah Jumat Berkah yang berlangsung dengan penuh khidmat, hangat dan meriah.

Kegiatan ini mengangkat tema “Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu, Keutamaan Sedekah, dan Keutamaan Silaturahmi” yang dibawakan langsung oleh K.H. Muhammad Bahri, S.Ag. Dalam suasana subuh yang penuh kesejukan, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Ketua BPD KKSS Kabupaten Tolitoli, Andi Achmad Syarif, bersama para tokoh KKSS, pengurus, Danlanal Buol Tolitoli,Kementerian Agama Tolitol, Kepala Kementerian Haji dan Umroh serta utusan berbagai pilar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang ada di Kabupaten Tolitoli. Kehadiran para tokoh dan tamu undangan semakin mempererat semangat persaudaraan dalam bingkai kerukunan dan kekeluargaan.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan keluarga besar KKSS, tetapi juga menghadirkan berbagai kerukunan etnis di Kabupaten Tolitoli, diantarannya Kerukunan Keluarga Margo Rukun Jawa Sulawesi, Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat dan Lamahu (Huyula Lo Hulontalo) adalah organisasi kerukunan perantau Gorontalo, ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan silaturahmi tidak mengenal batas suku maupun latar belakang budaya. Tudang Sipulung benar-benar menjadi ruang persatuan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh keakraban.

Dalam tausiyahnya, K.H. Muhammad Bahri, S.Ag menyampaikan tiga tema besar tersebut secara lugas, mendalam, namun tetap mudah dipahami. Ia menjelaskan bagaimana pentingnya menghadiri majelis ilmu sebagai jalan memperoleh keberkahan hidup, memperluas wawasan keagamaan dan memperkuat keimanan.

Selain itu, ia juga menekankan tentang keutamaan sedekah sebagai amalan yang tidak akan mengurangi harta, melainkan membuka pintu rezeki dan keberkahan. Sedekah bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan rasa cinta kepada sesama.

Sementara itu, pada pembahasan mengenai silaturahmi, ia mengingatkan bahwa menjaga hubungan persaudaraan adalah salah satu kunci panjang umur, lapang rezeki dan harmoninya kehidupan bermasyarakat. Melalui pesan-pesan yang disampaikan terasa sangat relevan dalam kehidupan sosial saat ini, terutama dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman. 

Meskipun berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, kajian ini berjalan sangat hidup dan penuh makna. Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi diskusi dibuka. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan dengan suasana yang tertib, santun dan penuh hikmah, menjadikan forum ini bukan hanya sebagai majelis ilmu, tetapi juga ruang bertukar gagasan dan mempererat ukhuwah.

Setelah rangkaian kajian Jumat Subuh Berkah selesai, dilanjutkan dengan program berbagi Jumat Berkah kepada masyarakat sebagai bentuk nyata implementasi nilai sedekah dan kepedulian sosial yang telah dikaji bersama. Momentum ini menjadi simbol bahwa ilmu yang diperoleh harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama. Kegiatan perdana Tudang Sipulung ini berhasil menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh keberkahan 

Dalam Sambutannya, Ketua BPD KKSS Tolitoli Andi Ahmad Syarif menyampaikan melalui kegiatan ini, diharapkan Tudang Sipulung Majelis Shubuh Berkah dapat terus menjadi agenda rutin yang memperkuat nilai-nilai keilmuan, kepedulian sosial dan persaudaraan antar warga. Sebab sejatinya, kemajuan sebuah komunitas tidak hanya dibangun melalui organisasi, tetapi juga melalui majelis ilmu, budaya berbagi dan silaturahmi yang terus dijaga dengan hati yang tulus. (SP)

0Komentar