IKN-Mandailing Natal – Korps HMI-Wati (KOHATI) dari dua komisariat di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menggelar aksi berbagi ta’jil dan buka puasa bersama pada Senin (02/03/26). Kegiatan kolaboratif ini melibatkan Kohati Komisariat Lafran Pane dan Kohati Komisariat Tarbiyah STAIN Madina.
Aksi berbagi ta’jil dilakukan di pinggiran Jalan raya Pasar Baru, Panyabungan Kota, menjelang waktu berbuka. Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tampak membagikan paket makanan dan minuman kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Ketua KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina, Suaimah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan nilai-nilai keummatan dan kepedulian sosial kader. “Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga ruang aktualisasi sosial. Kader harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat”, ujarnya.
Senada, Ketua KOHATI Komisariat Lafran Pane, Nayla Hidayanti, menyebut kolaborasi lintas komisariat menjadi langkah strategis untuk mempererat solidaritas internal sekaligus memperluas dampak gerakan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kader perempuan HMI tidak hanya aktif dalam wacana, tetapi juga konkret dalam aksi”, katanya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Bendahara DPD Partai Golkar Mandailing Natal, Dra. Ernidah Dalimunthe. Dukungan itu, menurut panitia, menjadi bentuk sinergi antara organisasi kepemudaan dan unsur masyarakat dalam mendorong kegiatan sosial keagamaan di daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, Nazwa, menjelaskan bahwa pembagian ta’jil merupakan agenda awal yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama di kediaman salah satu kader, Saskia, di Jalan Klinik Mitra Medika, Panyabungan Kota. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi tradisi kader dalam membangun kepedulian sosial secara berkelanjutan”, ujarnya.
Aksi berbagi di ruang publik tersebut juga menjadi simbol keterlibatan mahasiswi dalam dinamika sosial lokal. Di tengah arus urbanisasi dan tantangan ekonomi daerah, kehadiran organisasi mahasiswi dinilai tetap relevan sebagai simpul solidaritas dan ruang pendidikan karakter.
Bagi KOHATI Mandailing Natal, Ramadhan tahun ini bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga panggung konsolidasi kader perempuan dalam memperluas peran sosial di tengah masyarakat. (MM)


0Komentar