GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Aksi Unjuk Rasa Jilid III Memanas, AMPM-SU Desak Polda Sumut Tutup THM Starhigh dan Copot Kapolsek Kualuh Hulu

Aksi Unjuk Rasa Jilid III Memanas, AMPM-SU Desak Polda Sumut Tutup THM Starhigh dan Copot Kapolsek Kualuh Hulu

×

IKN-Medan – Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Sumatera Utara (AMPM-SU) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III di depan Markas Polda Sumatera Utara, Jumat (27/02/26). Aksi ini merupakan lanjutan dari dua unjuk rasa sebelumnya terkait dugaan peredaran narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) Starhigh, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Sejak siang hari, massa mulai memadati gerbang Mapolda. Spanduk dan poster bertuliskan tuntutan penutupan THM Starhigh dibentangkan. Suasana memanas ketika massa membakar ban tepat di depan pintu masuk sebagai simbol perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “lambannya penegakan hukum”.

Asap hitam membumbung tinggi dan memicu ketegangan. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan berupaya memadamkan api, hingga sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan petugas.

Dalam orasi yang lebih keras dari aksi sebelumnya, Koordinator Aksi Welvindra Gultom menuding adanya pembiaran terhadap dugaan praktik ilegal tersebut. Ia bahkan secara tegas meminta pencopotan Kapolsek Kualuh Hulu.

“Ini sudah jilid III! Jangan lagi kami disuguhi bahasa normatif dan prosedural. Jika hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka kepercayaan publik akan runtuh! Kami datang membawa suara rakyat Labura yang muak dengan dugaan peredaran narkoba di THM Starhigh!”, teriaknya disambut sorakan massa.

Welvindra juga menyampaikan tuntutan agar Kapolsek Kualuh Hulu dicopot dari jabatannya. “Kami minta copot Kapolsek Kualuh Hulu karena tidak becus dalam mengemban amanah! Jika wilayahnya diduga menjadi tempat peredaran narkoba dan tidak ada tindakan tegas, maka patut dipertanyakan kinerjanya. Bahkan kami menduga kuat ada pembiaran terhadap peredaran narkoba di Kualuh Hulu, khususnya di THM Starhigh!”, ujarnya lantang.

Ia menegaskan mahasiswa tidak akan berhenti sampai ada tindakan konkret. “Kami tidak takut tekanan. Jika dalam waktu dekat tidak ada penindakan, kami pastikan gelombang aksi akan lebih besar. Jangan biarkan Sumatera Utara dicap darurat narkoba karena kelalaian aparat!”.

Koordinator Lapangan Bayu Setyawan turut menyampaikan ultimatum keras dalam orasinya. “Jika aparat tidak mampu membersihkan wilayahnya sendiri dari dugaan peredaran narkoba, maka publik berhak mempertanyakan integritasnya! Kami ingin tindakan nyata, bukan sekadar janji birokratis!”, tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa setiap laporan dan informasi yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

“Informasi yang adek-adek sampaikan pasti kami terima dan akan kami teruskan kepada pimpinan. Di Direktorat sudah ada pembagian wilayah (kring). Untuk wilayah Labuhanbatu, ada unit khusus yang menangani. Kami akan tembuskan langsung ke unit yang membidangi di sana. Sudah pasti ada tahapannya dan pasti akan ada penindakan”, ujar perwakilan tersebut di hadapan massa aksi.

Pernyataan itu memicu dialog dan perdebatan terbuka antara mahasiswa dan pihak kepolisian. Massa mempertanyakan sejauh mana progres konkret yang telah dilakukan serta meminta tenggat waktu yang jelas. Suasana kembali memanas ketika mahasiswa menilai jawaban tersebut masih bersifat normatif dan belum menunjukkan langkah nyata.

Perdebatan berlangsung cukup alot sebelum akhirnya kedua pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif. Aparat meminta massa menghentikan pembakaran ban demi keamanan bersama, sementara mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut.

Aksi jilid III akhirnya dibubarkan secara tertib setelah dialog selesai, meski ketegangan sempat mewarnai jalannya unjuk rasa. AMPM-SU menyatakan tidak akan berhenti sampai ada kepastian hukum yang transparan terkait dugaan peredaran narkoba di THM Starhigh dan menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar apabila tidak melihat adanya langkah tegas dalam waktu dekat. (AA)

0Komentar