GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Pastikan program MBG berjalan optimal di Papua Barat, Senator Yance Samonsabra Kunjungi SPPG dan SDN 1 Amban

Pastikan program MBG berjalan optimal di Papua Barat, Senator Yance Samonsabra Kunjungi SPPG dan SDN 1 Amban

×

IKN-Manokwari – Dalam upaya memastikan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat, Anggota Komite II DPD RI Perwakilan Papua Barat Yance Samonsabra Jumat (27/02/26) kemarin melakukan kunjungan ke salah satu sekolah penerima program MBG yaitu SD Negeri 1 Amban. Dalam kunjungan yang didampingi sejumlah staf dan koordinator program MBG wilayah Kabupaten Manokwari tersebut, Yance Samonsabra berkesempatan berdialog secara langsung dengan para murid, kepala sekolah serta guru penanggung jawab MBG di sekolah itu.

Usai melakukan kunjungan, Yance menyampaikan bahwa secara umum program MBG telah diterima dengan baik oleh para murid dan sekolah, meski terdapat beberapa pengaduan yang umum sebagaimana di daerah lain, terkait varian menu yang diminati oleh para murid.

Setelah melakukan kunjungan ke SD Negeri 1 Amban, senator yang menduduki tergabung dalam komite mitra kerja langsung Badan Gizi Nasional ini, langsung melanjutkan kunjungannya ke 3 Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di sekitaran Amban dan Marina. Dalam kunjungan tersebut, selain berdialog secara langsung dengan pengelola dan penanggung jawab SPPG, Yance Samonsabra juga meninjau langsung kondisi dapur dan perlengkapannya, IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah), serta meminta sampel paket MBG yang dibagikan pada hari itu dan meninjau bagian administrasi pengelola.

“Dari 3 sampel SPPG yang kita kunjungi tadi, saya menemukan masih ada SPPG yang kurang sempurna pada pengelolaan limbah melalui sistem IPAL nya, juga kondisi dapur yang menurut saya belum memenuhi syarat, namun demikian saya sampaikan untuk segera diperbaiki dan diiyakan oleh pengelola”, terang senator yang tegas namun tetap humbel ini.

Yance juga menekankan kepada semua pengelola SPPG untuk mengutamakan bahan baku lokal seperti sayur dan buah-buahan serta semua bahan baku yang dibutuhkan, wajib mengutamakan bahan baku yang diproduksi oleh UMKM di daerah Kabupaten Manokwari, namun yang tidak tersedia atau stoknya terbatas, terpaksa boleh mengambil produk dari luar.

“Bahan baku seperti ayam segar, telur, sayuran dan buah utamakan ambil dari lokal yah, supaya program ini benar-benar bisa menghidupkan ekonomi di daerah utamanya para pelaku UMKM, sebagaimana salah satu tujuan program MBG ini”, tegas Yance.

Dirinya juga meminta kepada ahli gizi disetiap SPPG untuk selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah penerima, utamanya kepala sekolah dan guru penanggung jawab, untuk memperoleh saran dan masukan serta perbaikan menu setiap harinya, namun harus tetap terpenuhi standar nilai gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)

Sementara pengelola SPPG melaporkan kepada Anggota DPD RI Yance Samsonsabra, terkait komplain pihak orang tua dan sekolah terkait menu dan tingkat kesukaan MBG yang disediakan oleh pihak SPPG, sementara pihak SPPG telah mengikuti standar gizi serta telah berupaya untuk selalu menyediakan menu yang relatif bervariasi.

Hal lain yang dikeluhkan oleh pengelola SPPG juga adalah terkait ketersediaan aneka buah-buahan produksi lokal yang stoknya di Manokwari sangat terbatas, sehingga memaksa pihak pengelola SPPG menggantikannya dengan buah-buahan impor yang disesuaikan dengan tingkat kesukaan serta pemenuhan standar angka gizi yang ditetapkan oleh BGN.

Menanggapi laporan pengelola SPPG, Yance Samonsabra mengarahkan untuk ahli gizi dan penanggung jawab SPPG selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah penerima untuk menjelaskan kendala yang dialaminya, sehingga dapat dipahami oleh semua pihak. (Tim)

0Komentar