IKN-Kabupaten Bogor – Sikap seorang petugas keamanan (satpam) SMP Negeri 1 Tenjo, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah mencurigai dua orang wartawan yang hendak pulang usai menemui Kepala SMPN 1 Tenjo, Sokirin, pada 14 Oktober 2026.
Peristiwa tersebut bermula ketika dua wartawan mendatangi SMPN 1 Tenjo dengan tujuan bersilaturahmi dan menemui kepala sekolah. Mereka datang menggunakan sepeda motor Yamaha New NMAX berwarna hitam dengan nomor polisi F 509 AAH atas nama S.A.
Saat memasuki area sekolah, salah seorang wartawan yang dibonceng turun di depan pos satpam untuk melaporkan maksud kedatangan mereka sekaligus meminta izin bertemu dengan kepala sekolah. Sementara itu, wartawan yang mengendarai sepeda motor memarkirkan kendaraannya di samping bangunan sekolah.
Menurut keterangan wartawan tersebut, ketika ditanyakan kepada petugas keamanan, mereka mendapat informasi bahwa kepala sekolah tidak berada di tempat. Keduanya kemudian menuju petugas piket sekolah untuk memastikan keberadaan Sokirin.
Petugas piket menyampaikan bahwa kepala sekolah berada di bagian belakang sekolah dan menunjukkan arah menuju lokasi tersebut. Kedua wartawan akhirnya bertemu dengan Sukirin dan berbincang ringan.
Setelah pertemuan selesai, Sokirin mengantar kedua tamunya hingga ke bagian depan sekolah. Namun, ketika mereka hendak meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor, seorang petugas keamanan tiba-tiba menghadang dan memotret keduanya saat berada di atas kendaraan.
Petugas keamanan tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak melihat sepeda motor itu ketika memasuki lingkungan sekolah. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa kendaraan tersebut mungkin merupakan sepeda motor milik guru yang hendak dibawa keluar oleh orang lain.
Situasi kemudian memanas ketika wartawan yang mengendarai sepeda motor mempertanyakan apakah dirinya dicurigai sebagai pencuri. Menurut keterangan wartawan, petugas keamanan tersebut menjawab dengan menyatakan bahwa dirinya menganggap wartawan itu sebagai pencuri.
S.A., selaku pemimpin redaksi IKN, kemudian menjelaskan bahwa rekannya berinisial AR telah melapor kepada petugas keamanan sebelum mereka masuk dan bahwa sepeda motor tersebut memang diparkir di samping sekolah.
Namun, petugas keamanan tetap menyatakan bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan bagian dari aturan.
Pentingnya Penerapan SOP dan Pembinaan Petugas Keamanan
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan tamu dan kendaraan di lingkungan SMPN 1 Tenjo.
Pengawasan terhadap kendaraan yang keluar-masuk sekolah merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan aset sekolah. Namun, pemeriksaan semestinya dilakukan melalui prosedur yang jelas, komunikasi yang baik, serta tanpa terburu-buru menyimpulkan bahwa seseorang melakukan pencurian sebelum terdapat bukti yang mendukung dugaan tersebut.
Dalam kejadian ini, kedua wartawan mengaku telah melaporkan kedatangan mereka dan bertemu langsung dengan kepala sekolah. Bahkan, menurut keterangan mereka, Sokirin mengantar keduanya hingga ke depan sekolah sebelum petugas keamanan menghadang mereka.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya kelemahan dalam koordinasi antara petugas keamanan, petugas piket, dan pihak kepala sekolah. Meski demikian, untuk memastikan apakah telah terjadi pelanggaran SOP, diperlukan klarifikasi dari pihak sekolah serta pemeriksaan terhadap prosedur pengamanan yang berlaku.
Pihak sekolah juga perlu memberikan pembinaan kepada petugas keamanan agar pelaksanaan tugas pengamanan berjalan profesional, proporsional, dan tetap menghormati setiap tamu yang datang sesuai ketentuan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai penjelasan resmi pihak SMPN 1 Tenjo terkait insiden tersebut maupun SOP yang diterapkan dalam pemeriksaan tamu dan kendaraan.
IKN berharap pihak sekolah dapat memberikan klarifikasi agar persoalan ini menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan kepada tamu sekaligus menjaga keamanan lingkungan pendidikan. (Red)

0Komentar