Lahir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Yunita Stevani lahir pada 23 Juni 1983 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia disebut berasal dari Suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju, salah satu kelompok masyarakat Dayak yang memiliki akar budaya kuat di Kalimantan Tengah.
Latar belakang tersebut menjadi bagian dari identitas dirinya. Perjalanan Yunita juga mencerminkan kesempatan bagi perempuan dari berbagai daerah dan latar belakang budaya untuk berkiprah serta mengabdi kepada bangsa melalui institusi Polri.
Lulusan Akpol 2005
Yunita menempuh pendidikan kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 2005. Pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kariernya sebagai perwira Polri.
Sebagai seorang perwira, perjalanan kariernya menuntut kedisiplinan, kemampuan memimpin, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Jabatan di lingkungan kepolisian bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mengukir Sejarah sebagai Kapolres Perempuan di Kepri
Salah satu pencapaian yang melekat pada nama Yunita Stevani adalah kiprahnya sebagai Kapolres di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau (Kepri). Ia tercatat pernah memimpin Polres Bintan dan kemudian menjabat sebagai Kapolres Karimun.
Kehadirannya dalam posisi kepemimpinan tersebut menjadi gambaran semakin terbukanya ruang bagi Polwan untuk menduduki jabatan strategis di tubuh Polri. Kepemimpinan seorang Kapolres membutuhkan kemampuan mengoordinasikan personel, menjaga stabilitas keamanan, menangani berbagai persoalan masyarakat, serta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
Bagi seorang perempuan yang berasal dari Kalimantan Tengah dan memiliki latar belakang Dayak Ngaju, perjalanan ini juga menjadi kisah yang menarik tentang pengabdian lintas daerah dan kesempatan untuk berkontribusi di tingkat nasional.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Perjalanan AKBP Yunita Stevani memberikan pesan bahwa asal daerah maupun latar belakang budaya bukanlah penghalang untuk meraih tanggung jawab besar. Melalui pendidikan dan pengabdian di kepolisian, ia menapaki perjalanan hingga dipercaya memimpin kepolisian di tingkat kabupaten.
Kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani bercita-cita tinggi, terus meningkatkan kemampuan, dan mengabdikan diri bagi masyarakat. (*)

0Komentar