GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Hari Kunjung Perpustakaan 2026 di SMAN 3 Bogor Dorong Penguatan Budaya Literasi Siswa

Hari Kunjung Perpustakaan 2026 di SMAN 3 Bogor Dorong Penguatan Budaya Literasi Siswa

×


IKN-Kota Bogor – Hari Kunjung Perpustakaan 2026 di SMA Negeri 3 Kota Bogor menjadi salah satu momentum untuk mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada aktivitas membaca buku, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman belajar yang menarik, bermakna, dan mampu memperluas wawasan peserta didik.

Melalui kegiatan literasi yang dikembangkan di lingkungan sekolah, para siswa didorong untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus tempat untuk memperoleh berbagai informasi dan pengetahuan.

PLT Kepala SMA Negeri 3 Kota Bogor yaitu Eva Farida, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan membaca buku. Menurutnya, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang yang hidup dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta melihat berbagai perspektif.

“Bagi kami, Hari Kunjung Perpustakaan bukan sekadar kegiatan membaca buku, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi di SMAN 3 Bogor. Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang hidup, tempat siswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga belajar berpikir kritis, memperluas wawasan, dan menemukan berbagai perspektif,” ujar PLT Kepala SMAN 3 Kota Bogor.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan literasi dikemas dengan berbagai aktivitas yang diharapkan dapat membuat siswa lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan. Selain membaca buku, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar melalui pemutaran film dokumenter yang berkaitan dengan sejarah Indonesia.

Menurut pihak sekolah, perpaduan antara membaca dan menyaksikan film dokumenter tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan. Siswa tidak hanya menerima informasi melalui bacaan, tetapi juga memperoleh gambaran visual yang dapat membantu mereka memahami materi dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

“Melalui kegiatan literasi yang dikemas secara lebih menarik, termasuk membaca buku dan menyaksikan film dokumenter tentang sejarah Indonesia, kami berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan, sejarah, dan lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut, sekolah memandang literasi sebagai salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik. Kemampuan literasi, menurut pihak sekolah, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami tulisan, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, melakukan refleksi, serta menggunakan pengetahuan secara bijak.

Karena itu, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan pembelajaran dan pengembangan wawasan siswa.

“Sebagai sekolah yang terus mengembangkan budaya mutu, kami memandang literasi sebagai bagian penting dari pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik. Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, merefleksikan, dan menggunakan pengetahuan secara bijak. Karena itu, kami akan terus mendorong agar perpustakaan dan berbagai kegiatan literasi menjadi bagian yang semakin kuat dalam kehidupan sekolah,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan dapat menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran siswa untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, budaya literasi tidak hanya muncul ketika ada kegiatan atau program sekolah, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara mandiri.

“Kami berharap budaya literasi ini tumbuh dari kesadaran siswa sendiri. Ketika membaca menjadi kebutuhan dan bukan sekadar kewajiban, maka dari sanalah wawasan berkembang, karakter terbentuk, dan lahir generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.   (Red)



0Komentar