Tidak berhenti sampai di situ, Starlite Bird Farm juga telah mendatangkan indukan F1, F2 hingga F3 yang secara bertahap akan dikondisikan untuk dikembangkan melalui program penangkaran. Kedepan, Hendradi menargetkan jumlah pasangan indukan terus bertambah sehingga Starlite Bird Farm dapat berkembang menjadi salah satu penangkaran kenari yang konsisten menjaga kualitas.
Menurut Hendradi, aktivitas penangkaran Starlite Bird Farm kini mulai kembali berjalan. Hal itu ditandai dengan mulai menetasnya anakan kenari di kandang penangkaran. "Starlite BF Bukittinggi yang sudah lama kurang aktif kini mulai aktif kembali. Ditandai dengan penetasan di kandang Starlite Bird Farm", ujar Hendradi.
Seleksi Indukan Jadi Prioritas
Bagi Hendradi, beternak kenari bukan sekadar memperbanyak jumlah burung. Kualitas indukan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sejak awal. "Kita tidak asal ternak. Indukan kami seleksi secara ketat, mulai dari kesehatan burung, basic blood, serta jenis-jenis yang kini paling dicari kenari mania", tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam mengembangkan penangkaran tersebut adalah standarisasi indukan yang digunakan sebagai basic blood atau garis dasar keturunan. Indukan yang tersedia mulai dari jenis AF hingga F3 YS. Selain itu, Starlite Bird Farm juga memiliki indukan Rasmi dan Scoot Fancy. Pemilihan jenis tersebut dilakukan karena sejumlah varietas kenari itu saat ini cukup diminati oleh kalangan kicau mania dan kenari mania.
Untuk mendapatkan indukan berkualitas, Hendrardi mendatangkannya dari berbagai daerah yang dikenal sebagai sentra penangkaran dan pengembangan kenari di Indonesia. Di antaranya Kota Malang yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kenari, Yogyakarta yang menjadi salah satu pusat kenari impor, serta Bandung yang selama ini juga menjadi barometer peternak kenari warna. "Indukan kami datangkan dari berbagai sumber, di antaranya Malang, Jogja dan Bandung. Masing-masing daerah memiliki keunggulan dan karakter tersendiri dalam dunia kenari", jelasnya.
Persilangan Mulai Berhasil
Hendrardi mengungkapkan, perkembangan terbaru di Starlite Bird Farm ditandai dengan keberhasilan menetaskan anakan hasil persilangan jenis kenari AF dengan F1 Rasmi. Menurutnya, anakan tersebut tumbuh cukup sehat dan menjadi salah satu perkembangan positif dalam upaya mengembangkan kualitas kenari di penangkarannya. "Baru-baru ini telah menetas anakan persilangan dari jenis kenari AF dengan F1 Rasmi dan anakannya tumbuh cukup sehat", katanya.
Dengan seleksi tersebut, ia berharap anakan yang dihasilkan Starlite Bird Farm memiliki kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan perkembangan minat para penghobi kenari. Saat ini, Starlite Bird Farm telah memiliki belasan pasang indukan yang aktif dikembangkan. Jumlah tersebut masih akan terus ditambah seiring dengan proses pengembangan penangkaran.
.Kembali Setelah Purna Bakti
Menariknya, aktivitas Hendradi dalam dunia penangkaran kenari bukanlah sesuatu yang baru. Pria yang telah purna bakti dari PLN tersebut ternyata pernah menjadi salah seorang pelopor penangkaran kenari di Sumatera Barat pada era 2000-an. Kini, setelah kembali aktif, pengalaman panjang tersebut menjadi modal untuk mengembangkan Starlite Bird Farm dengan pendekatan yang lebih intensif.
Baginya, geliat penangkaran kenari bukan hanya soal hobi, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas genetik, kesehatan burung, serta mengikuti perkembangan jenis kenari yang diminati para penghobi. Dengan belasan pasang indukan yang telah tersedia dan rencana pengembangan ke depan, Starlite Bird Farm Bukittinggi kini kembali menatap masa depan sebagai salah satu penangkar kenari yang ingin ikut mendorong peningkatan kualitas burung kenari di Sumatera Barat.
Dari suasana sederhana di rumah Hendradi, ditemani ketupat sayur, kopi hangat dan merdunya kicauan kenari, geliat dunia penangkaran burung kenari Bukittinggi kembali terdengar. (AT)

0Komentar