IKN-NTB – Hotel Mega Proklamasi Jakarta 5-9 Agustus 2026 Semangat akademik tidak mengenal batas ruang dan jarak. Dari lingkungan kampus Institut Agama Islam Qomarul Huda (IAI Qomarul Huda) Bagu, Lombok Tengah, diskusi dosen dan mahasiswa Pascasarjana terus dikembangkan hingga menjangkau ruang-ruang akademik di pusat ibu kota Jakarta.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun tradisi akademik yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang perkuliahan, tetapi juga melalui dialog, pertukaran gagasan, serta silaturahmi intelektual dengan berbagai kalangan.
Dr. Mohammad Zaki, M.Pd. sekaligus sebagai Kaprodi Pascasarjana Magister Studi Islam dan sebagai ketua rombongan mengatakan "Bagi dosen dan mahasiswa Pascasarjana IAI Qomarul Huda Bagu, Jakarta bukan sekadar pusat pemerintahan dan aktivitas nasional. Ibu kota juga menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mendiskusikan berbagai persoalan keislaman, pendidikan, sosial, serta perkembangan perguruan tinggi".
Dr. Jack Sapaan beliau juga mengatakan bahwa
Diskusi yang berlangsung menjadi momentum penting untuk mempertemukan pengalaman akademik dari daerah dengan dinamika pemikiran yang berkembang di tingkat nasional. 10 Mahasiswa yang ikut dalam rombongan sebagai reward Akademik untuk diajak dan tidak hanya ditempatkan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai insan akademik yang didorong untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah".
Semangat tersebut sejalan dengan arah pengembangan Pascasarjana IAI Qomarul Huda Bagu yang terus mendorong penguatan budaya riset dan pendampingan akademik mahasiswa. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, kampus juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, termasuk kemampuan menghasilkan serta mempublikasikan karya ilmiah.
Kehadiran dosen dan mahasiswa Pascasarjana di Jakarta sekaligus menunjukkan bahwa kampus yang berada di Bagu, Lombok Tengah, memiliki komitmen untuk terus membuka ruang dialog dan memperluas jaringan akademiknya. Sebelumnya, IAI Qomarul Huda juga aktif membangun kerja sama akademik dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga, sebagai bagian dari penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program Pascasarjana.
Dari Bagu menuju Jakarta, perjalanan akademik ini bukan sekadar perpindahan tempat. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa gagasan, ilmu pengetahuan, dan tradisi intelektual dapat tumbuh dari mana saja.
Dan menutup kegiatan dengan menjenguk dan Mendo'akan Datok Bagu TGH. L. Muhammad Turmudzi Badaruddin Bagu di RUMAH SAKIT PUSAT PERTAHANAN NEGARA (RSPPN) SOEDARMAN JAKARTA SELATAN.
“Dari Bagu menatap Jakarta, dari daerah menuju pusat gagasan. Diskusi hari ini adalah investasi pemikiran untuk masa depan pendidikan Islam yang lebih maju, terbuka, dan berdaya saing.”
Dengan semangat tersebut, dosen dan mahasiswa Pascasarjana IAI Qomarul Huda Bagu terus melangkah. Membawa nama kampus dari Bagu, memperluas jejaring ke tingkat nasional, dan meneguhkan komitmen bahwa tradisi akademik harus terus hidup melalui diskusi, penelitian, kolaborasi, dan karya. (Tim)

0Komentar