GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Ketulusan Seorang Bhabinkamtibmas: Aiptu Cakra Sitaba Sisihkan Gaji Demi Bangun TPA untuk Anak-Anak Desa

Ketulusan Seorang Bhabinkamtibmas: Aiptu Cakra Sitaba Sisihkan Gaji Demi Bangun TPA untuk Anak-Anak Desa

×


IKN-Maros – Di balik seragam kepolisian yang dikenakannya setiap hari, Aiptu Cakra Sitaba menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Bhabinkamtibmas Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini mendapat penghargaan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Maros pada 1 Juli 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam membantu mewujudkan pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Dusun Tangnga, Desa Purnakarya.

Sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), tugas Aiptu Cakra sejatinya adalah membina keamanan dan ketertiban masyarakat, menjalin komunikasi dengan warga, menyelesaikan persoalan sosial secara persuasif, memberikan penyuluhan hukum, serta mencegah terjadinya tindak pidana. Namun, baginya, mengabdi kepada masyarakat berarti juga hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan di luar tugas kepolisian.

Gagasan membangun TPA bermula pada 1 Januari 2026, ketika Aiptu Cakra sedang melaksanakan pengamanan perayaan Tahun Baru di sebuah gereja. Dalam kesempatan itu, ia berbincang dengan seorang guru mengaji yang menyampaikan bahwa anak-anak di Dusun Tangnga belum memiliki tempat yang layak untuk belajar Al-Qur'an.

Permintaan sederhana tersebut begitu menyentuh hatinya.

 "Pak Babin, di sini belum ada TPA, bisa bantu kami"

Tanpa ragu, Aiptu Cakra menjawab bahwa ia akan berusaha semampunya untuk mewujudkan harapan tersebut.

Janji itu tidak berhenti sebagai ucapan. Pada 31 Januari 2026, pembangunan TPA resmi dimulai dari nol. Dengan menyisihkan sebagian gajinya sebagai anggota Polri, ditambah dukungan donasi dari masyarakat yang ikut peduli, pembangunan akhirnya dapat terlaksana dengan total biaya sekitar Rp35 juta.

Lahan tempat berdirinya bangunan tersebut merupakan hibah dari guru mengaji setempat yang ingin memberikan fasilitas belajar bagi anak-anak di lingkungannya.

Kini, sebuah bangunan permanen berukuran 6 × 6 meter telah berdiri kokoh di Dusun Tangnga. Bangunan tersebut tinggal menunggu peresmian dan telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 anak yang rutin mengikuti kegiatan belajar mengaji.

Bagi Aiptu Cakra Sitaba, melihat anak-anak memiliki tempat yang nyaman untuk belajar Al-Qur'an merupakan kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan materi. Ia berharap TPA tersebut menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi generasi penerus serta menjadi tempat lahirnya anak-anak yang berakhlak mulia.

Kisah Aiptu Cakra menjadi bukti bahwa seorang Bhabinkamtibmas bukan hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan sosial. Dengan kepedulian, ketulusan, dan semangat melayani, ia telah menghadirkan harapan baru bagi anak-anak di pelosok Desa Purnakarya.  (*)



Sumber : Tribunnews.com


0Komentar