GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Kejujuran Fondasi Utama Integritas, Inspektorat Bekali PPPK Tanah Laut

Kejujuran Fondasi Utama Integritas, Inspektorat Bekali PPPK Tanah Laut

×

IKN-Tanah Laut – Inspektorat Kabupaten Tanah Laut memberikan pembekalan mengenai pembangunan budaya antikorupsi dan penguatan integritas kepada peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dengan BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan berlangsung di Lantai 2 BKPSDM Kabupaten Tanah Laut, Pelaihari, Kamis (18/6/2026).

Materi disampaikan oleh Samsudinor, SKM., M.E., Pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Madya Inspektorat Kabupaten Tanah Laut. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa integritas merupakan modal utama yang harus dimiliki setiap aparatur sipil negara untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurut Samsudinor, integritas adalah keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Seseorang yang berintegritas akan mampu menjaga konsistensi antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

"Kita memang tidak bisa membaca pikiran seseorang. Namun, isi pikirannya dapat tercermin melalui ucapan dan tindakannya. Ketika pikiran, ucapan, dan tindakan selaras, itulah yang disebut integritas", ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai sembilan nilai integritas, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Kesembilan nilai tersebut menjadi landasan bagi ASN dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mencegah terjadinya penyimpangan.

Samsudinor menegaskan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama integritas. Dari kejujuran tumbuh kepercayaan, profesionalisme, dan akuntabilitas, yang menjadi modal penting dalam menjalankan amanah sebagai aparatur sipil negara. Dengan mengamalkan sembilan nilai integritas secara konsisten, setiap ASN diharapkan memiliki benteng moral yang kuat sehingga mampu menghindari perilaku koruptif dan berbagai bentuk penyimpangan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, ia menggunakan analogi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan.

"Ibarat naik jukung, jangan sampai kita menaiki jukung nang buntus. Jukung yang bocor pada akhirnya akan tenggelam. Begitu pula dengan integritas. Jika kita mengabaikan nilai-nilai integritas dan mulai membiarkan penyimpangan, sekecil apa pun, lambat laun akan menyeret kita ke dalam masalah, termasuk praktik korupsi", pesannya.

Melalui orientasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap para PPPK mampu menginternalisasikan nilai-nilai integritas sejak awal masa pengabdian. Dengan menjadikan kejujuran sebagai fondasi utama serta mengamalkan sembilan nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas, diharapkan lahir ASN yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan bebas dari praktik korupsi. (Tim)

0Komentar