GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Diduga Tak Senang Diberitakan, Kepala MAN 4 Cijeruk Blokir Nomor Wartawan dan Tantang Datang ke Sekolah

Diduga Tak Senang Diberitakan, Kepala MAN 4 Cijeruk Blokir Nomor Wartawan dan Tantang Datang ke Sekolah

×


IKN-Kabupaten Bogor – Pemberitaan mengenai dugaan pungutan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di MAN 4 Cijeruk, Kabupaten Bogor, berbuntut pada dugaan pemblokiran nomor WhatsApp wartawan oleh Kepala MAN 4 Cijeruk, Dr. Deden, S.Ag., S.Pd., M.Si.

Peristiwa tersebut bermula setelah wartawan mengirimkan dua materi pemberitaan kepada yang bersangkutan, yakni terkait proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang diduga tidak menerapkan standar Alat Pelindung Diri (APD) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pemberitaan mengenai dugaan pungutan dalam proses SPMB.

Juga lima murid mengundurkan diri diduga tidak bs membayar uang yang dibebankan


Menurut keterangan sejumlah wali murid, pada proses penerimaan peserta didik baru terdapat sejumlah biaya yang dibayarkan melalui komite sekolah. Rinciannya meliputi uang pembangunan sebesar Rp1.500.000, uang pakaian sekitar Rp830.000, serta iuran bulanan sebesar Rp250.000.

Wartawan menyebutkan bahwa setelah mengirimkan materi pemberitaan tersebut, nomor WhatsApp yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Kepala MAN 4 Cijeruk diduga langsung diblokir. Selanjutnya wartawan mencoba menghubungi menggunakan nomor lain.

Melalui nomor tersebut, Kepala MAN 4 Cijeruk disebut membalas pesan dengan kalimat berbahasa Banjar, "Amun wani datang ke sekolah," yang diartikan sebagai "Kalau berani datang ke sekolah."

Tak lama kemudian, wartawan menghubungi kembali melalui panggilan WhatsApp. Dalam percakapan itu, menurut pengakuan wartawan, Kepala MAN 4 Cijeruk meminta agar wartawan datang ke sekolah dengan alasan untuk "adu data".

Wartawan kemudian mengingatkan bahwa sebelumnya telah bertemu langsung dengan Kepala MAN 4 Cijeruk pada Selasa, 21 Juli 2026, untuk meminta konfirmasi. Saat itu, menurut wartawan, Kepala MAN 4 Cijeruk menyampaikan bahwa dirinya sedang sibuk dan meminta agar pembahasan dilakukan di lain waktu.

Namun, menurut pengakuan wartawan, saat percakapan melalui telepon berlangsung, Kepala MAN 4 Cijeruk sempat mengucapkan kata-kata yang dinilai tidak pantas, yakni "banyak bacot", sebelum akhirnya menutup sambungan telepon.

Sementara itu, seorang narasumber yang identitasnya tidak dipublikasikan mengaku bahwa setiap tahun di MAN 4 Cijeruk terdapat sumbangan pembangunan, penjualan pakaian sekolah, serta iuran bulanan. Namun, narasumber tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti peruntukan dana pembangunan maupun iuran bulanan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala MAN 4 Cijeruk belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait dugaan pungutan dalam SPMB maupun dugaan sikapnya terhadap wartawan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi apabila pihak MAN 4 Cijeruk ingin memberikan penjelasan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.   (Red)

0Komentar