GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Dari Posko KKN Menjadi Rumah Qur'ani, Inovasi Mahasiswa STAIN Madina Hidupkan Tradisi Maghrib Mengaji di Desa Simaninggir

Dari Posko KKN Menjadi Rumah Qur'ani, Inovasi Mahasiswa STAIN Madina Hidupkan Tradisi Maghrib Mengaji di Desa Simaninggir

×


IKN-Padang Lawas – 5 Juli 2026 Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Mandailing Natal Kelompok 43 di Desa Simaninggir, Kecamatan Sihapas Barumun, Kabupaten Padang Lawas kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal mahasiswa selama masa pengabdian. Posko tersebut disulap menjadi Rumah Qur'ani, ruang belajar Al-Qur'an bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat melalui program Maghrib Mengaji yang digelar secara rutin setiap malam Jumat hingga malam Ahad seusai salat Maghrib.

Program perdana yang berlangsung pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, diikuti sekitar 35 peserta. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN membimbing peserta membaca Al-Qur'an sesuai Kaidah Tajwid yang baik dan benar, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga penyempurnaan bacaan.

Koordinator kegiatan, Muhammad Hamzah Lubis, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengatakan program tersebut dirancang sebagai upaya membangun kembali tradisi mengaji selepas salat Maghrib yang dinilai mulai berkurang di sejumlah lingkungan masyarakat.

"Kami ingin posko KKN tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembinaan keagamaan bagi masyarakat. Harapannya, kebiasaan mengaji setelah Maghrib dapat terus tumbuh dan menjadi budaya yang berkelanjutan di Desa Simaninggir," ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, kegiatan itu juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi anak-anak dan remaja. Mahasiswa memberikan pendampingan sekaligus motivasi agar peserta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Annur Jannah, menilai program tersebut turut memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.

"Kegiatan ini bukan sekadar belajar membaca Al-Qur'an. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang nyaman sekaligus mempererat interaksi antara mahasiswa dan masyarakat sehingga setelah KKN berakhir, tradisi ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga," katanya.

Menurut mahasiswa KKN Kelompok 43, perubahan fungsi posko menjadi Rumah Qur'ani merupakan bagian dari upaya menghadirkan program yang memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap akhir pekan, mereka berharap budaya mengaji selepas salat Maghrib dapat kembali mengakar di Desa Simaninggir dan menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang berkarakter religius.

Program Maghrib Mengaji menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa STAIN Mandailing Natal yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa KKN, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif yang diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat setelah masa pengabdian berakhir. (M.M.P)

0Komentar