GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Senator Yance Samonsabra Titipkan Pesan Perubahan Sikap dan Pola Pikir Kepada Wisudawan

Senator Yance Samonsabra Titipkan Pesan Perubahan Sikap dan Pola Pikir Kepada Wisudawan

×

IKN-Manokwari – Sekolah Tinggi Teologi Institut Keguruan Alkitab Theologia (STT IKAT) Sembab, pada Jumat (12/6) melaksanakan sidang terbuka wisuda periode kedua yang digelar di Gedung Gereja Pentakosta di Papua (GPdP), Satuan Pemukiman (SP) 7 Sembab Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Senator Yance Samonsabra yang hadir memberikan sambutan pada acara wisuda tersebut, menitipkan pesan perubahan sikap dan perilaku seorang sarjana kepada para wisudawan dan wisudawati. Menurutnya, sesorang yang telah menyandang gelar sarjana harus diikuti dengan perubahan yang positif dalam pola pikir, tindakan dan tutur kata. Seorang sarjana dituntut untuk memiliki cara berpikir yang lebih matang, bertindak secara bertanggung jawab serta menjaga etika dalam berkomunikasi. Dalam menyampaikan pendapat atau berbicara di tengah masyarakat, seorang sarjana tidak boleh berbicara sembarangan, melainkan harus mempertimbangkan dampak dan nilai dari setiap perkataan yang disampaikan.

“Mulai saat ini, saudara saudari sekalian telah menyandang gelar sarjana, bahkan ada yang magister, mulai saat ini dan seterusnya saudara semua harus lebih bertanggung jawab dalam berpikir, bertutur kata dan melakukan tindakan, karena saudara semua telah ditempa dan dinyatakan lulus dalam berpikir secara sistematis”, pesan Yance. 

Pada sambutannya, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Yance Samonsabra juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada perguruan tinggi yang telah berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di Papua Barat. Lebih lanjut disampaikannya bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Senator yang juga alumni Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Papua ini menyampaikan bahwa wisuda sebagai awal pengabdian dan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan, daerah dan bangsa.

Yance Samonsabra juga berpesan pentingnya pengalaman di tengah masyarakat, bahwa ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan merupakan bekal dasar yang sangat penting, namun belum mencakup seluruh pembelajaran kehidupan. Pengalaman yang diperoleh melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat akan menjadi pelengkap yang memperkaya wawasan dan kemampuan. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan terus belajar, beradaptasi dan mengembangkan diri melalui pengalaman nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau orang lain berpendapat bahwa di kampus memberikan 60% ilmu dan sisanya diluar kampus, kalau pendapat saya terbalik, bahwa kampus memberikan 40% bekal ilmu dasar, sedangkan 60% nya ada di luar kampus, di dunia kerja, di masyarakat ataupun di organisasi, sehingga para wisudawan harus terus belajar, karena ilmu sesungguhnya adalah apa yang bisa diaplikasikan di masyarakat”, mengakhiri sambutannya. (Smr)

0Komentar