GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Parade 1.000 Perempuan Berbusana Minang Meriahkan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi

Parade 1.000 Perempuan Berbusana Minang Meriahkan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi

×

IKN-Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 Tahun 2026 menggelar Parade 1.000 Perempuan Berbusana Minang dalam rangka memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di kawasan Pasar Ateh Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (06/06/26).

Ribuan peserta tampil anggun mengenakan Baju Basiba dan berbagai ragam pakaian adat Salingka Nagari yang mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan wisatawan yang memadati lokasi acara.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti peragaan busana tradisional tersebut. "Kegiatan ini bukan sekadar menampilkan pakaian adat, tetapi juga mengingatkan kita pada nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang. Melalui peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini, kita ingin memperkenalkan Bukittinggi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga kepada dunia internasional", ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Parade Perempuan Berbusana Minang, Suherni Syam menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi sejak pendaftaran dibuka. Menurutnya, parade tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi sarana untuk memperlihatkan kepada dunia keindahan dan kehormatan perempuan Minang melalui pakaian adat yang sarat makna.

"Baju Basiba dan ragam pakaian adat Salingka Nagari mengandung nilai kehormatan, kesantunan serta menggambarkan peran perempuan Minang sebagai limpapeh rumah nan gadang", katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Sumatera Barat, Ketua TP PKK Bukittinggi serta para Srikandi DPRD Bukittinggi. Parade 1.000 Perempuan Berbusana Minang menjadi salah satu rangkaian unggulan dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus upaya pelestarian budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. (AT)

0Komentar