IKN-Kabupaten Tapin – Di antara deretan pejuang yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan, terdapat dua sosok pahlawan asal Kabupaten Tapin yang dikenang atas keberanian dan pengorbanannya, yaitu Mat Tasan dan Muhammad Panyi. Keduanya merupakan paman dan keponakan yang turut melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda yang masih berusaha menguasai wilayah Kalimantan Selatan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Kisah perjuangan mereka menjadi bukti bahwa masyarakat Tapin tidak tinggal diam menghadapi penjajahan. Dengan berbagai siasat dan aksi perlawanan, Mat Tasan dan Muhammad Panyi berjuang demi mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih bangsa Indonesia.
Mat Tasan
Mat Tasan merupakan putra dari Abdul Gafur bin Hasyim. Beliau menikah dengan Inda dan dikaruniai 12 orang anak. Dari jumlah tersebut, empat orang anak yang diketahui hidup hingga dewasa, yaitu:
Muhammad Saleh
Idris
Sadiyam
Sarikam
Sementara delapan anak lainnya meninggal dunia saat masih kecil.
Muhammad Panyi
Muhammad Panyi dikenal sebagai seorang pemuda yang sangat berani (liwar waninya). Pada saat gugur, usianya diperkirakan sekitar 16–17 tahun dan masih berstatus lajang.
Beliau adalah putra dari Barqis, istri pertama H. Amir (Mandarahan) bin KH. Mayasin bin Hasyim. Meski masih sangat muda, Muhammad Panyi telah menunjukkan semangat perjuangan yang luar biasa dalam menghadapi penjajah Belanda.
Gugur sebagai Syuhada
Puncak perjuangan mereka terjadi pada 9 November 1945. Saat itu, Mat Tasan dan Muhammad Panyi melakukan penghadangan terhadap rombongan Belanda di kawasan Jembatan Pasar Rantau. Peristiwa tersebut menjadi pertempuran terakhir bagi keduanya.
Dalam pertempuran itu, Muhammad Panyi terlebih dahulu tersungkur akibat tembakan musuh. Melihat keponakannya gugur, Mat Tasan tetap melanjutkan perlawanan hingga akhirnya beliau juga gugur setelah terkena delapan tembakan. Atas pengorbanan dan perjuangan mereka, keduanya kemudian dikenang sebagai Syuhada Tapin yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Tempat Pemakaman
Jenazah Mat Tasan dan Muhammad Panyi dimakamkan di alkah keluarga di Jalan Pahlawan Mandarahan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Hingga kini, makam mereka menjadi salah satu pengingat akan perjuangan para pejuang daerah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Penghormatan dan Pengabadian Nama
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan kedua pejuang tersebut, nama mereka diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Rantau, yaitu:
Jalan Tasan Panyi
Nama jalan tersebut menjadi simbol penghargaan masyarakat Kabupaten Tapin kepada dua pahlawan daerah yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Mat Tasan dan Muhammad Panyi bukan hanya bagian dari sejarah Tapin, tetapi juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Keberanian, pengorbanan, dan semangat juang mereka akan selalu dikenang sebagai teladan bagi generasi penerus dalam mencintai tanah air dan mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan. (*)
Sumber Dari Dzuriyyat Cucu Beliau

0Komentar