GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Gambar

×


IKN-Jakarta – Pemerintah melihat peluang munculnya ruang fiskal yang lebih besar apabila ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus mereda.

Salah satu dampak yang diperkirakan muncul adalah berkurangnya tekanan terhadap anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi risiko kenaikan harga energi global dengan menyiapkan alokasi anggaran untuk kebutuhan subsidi.

Sebab, lanjut Purbaya, apabila situasi geopolitik membaik dan harga energi kembali stabil, kebutuhan subsidi energi berpotensi menurun sehingga memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke program prioritas lainnya.

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa berkurangnya kebutuhan subsidi dapat menciptakan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan APBN.

"Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara dinamika geopolitik global dan kondisi fiskal domestik.

Ketika konflik di kawasan penghasil energi memanas, harga minyak dan energi cenderung mengalami tekanan kenaikan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kebutuhan subsidi pemerintah.

Sebaliknya, meredanya konflik berpotensi menahan laju harga energi dan mengurangi tekanan terhadap belanja negara.

Meski demikian, Kementerian Keuangan belum akan melakukan penyesuaian terhadap postur APBN dalam waktu dekat. Pemerintah masih menunggu perkembangan situasi global serta dampaknya terhadap perekonomian nasional sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Purbaya menegaskan, evaluasi terhadap kebutuhan subsidi dan ruang fiskal akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi ekonomi global.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pengelolaan APBN tetap adaptif terhadap perubahan eksternal sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan program-program prioritas nasional.  (*)


0Komentar