Dalam sambutannya, Ramlan Nurmatias menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri untuk mengikuti peringatan satu abad ikon kebanggaan Kota Bukittinggi tersebut.
Ia menegaskan, Bukittinggi memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan pernah terjadi di kota ini, sehingga momentum peringatan Seabad Jam Gadang menjadi kesempatan untuk kembali mengangkat nilai-nilai sejarah kepada masyarakat luas.
Seminar internasional itu dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen, keluarga besar Safaruddin Prawiranegara serta keluarga arsitek Jam Gadang.
Gadang tidak hanya menjadi perayaan usia bangunan bersejarah, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan Bukittinggi ke tingkat internasional melalui kekayaan sejarah, budaya dan sektor pariwisata yang dimiliki.
Forum ilmiah tersebut dipandu oleh Prof. Dr. Fasli Jalal selaku Rektor YARSI University, sementara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon hadir sebagai keynote speaker. Para narasumber membahas berbagai isu penting, mulai dari hubungan historis Indonesia dan Belanda, kiprah tokoh-tokoh bangsa yang pernah berkaitan dengan Bukittinggi, hingga proses repatriasi yang menjadi bagian dari perjalanan kedua negara.
Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini, Bukittinggi kembali menegaskan perannya sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Peringatan Seabad Jam Gadang pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antarbangsa melalui diplomasi sejarah dan budaya. (AT)

0Komentar