GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
BPK Jawa Barat Dukung Murid Disabilitas SLB Lestarikan Budaya

BPK Jawa Barat Dukung Murid Disabilitas SLB Lestarikan Budaya

×

IKN-Cimahi – Kegiatan "Paralimpaido" Festival Kaulinan Urang Lembur dan Olahraga Tradisional Kamotekaran Disabilitas Se-Kota Cimahi, Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2026 oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Barat, Sabtu (30/05/26) di halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri A Citeureup, Kota Cimahi mendapatkan sambutan meriah serta antusias.

Kegiatan itu dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Cimahi, Sekretaris DPRD Kasubag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cimahi, Ketua MKKS Kota Cimahi serta jajaran kepala sekolah dari sembilan SLB Se-Kota Cimahi dan 45 murid SLB serta sembilan guru pendamping dari 9 SLB Se-Kota Cimahi.

"Paralimpaido" Festival Kaulinan (permainan tradisional) Urang Lémbur dan Olahraga Tradisional Kamotekaran (pelestarian budaya) Disabilitas Se-Kota Cimahi", kegiatan yang diselenggarakan oleh tim dengan penanggung jawab Asnawi Patty, merupakan program kerjasama Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2026, oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat.

Festival yang diharapkan menjadi sarana ekspresi serta implementasi pemerataan pemajuan kebudayaan bagi semua kalangan, sebagaimana misi dari EtnoSains Nusantara serta Pusat Studi Budaya dan Sejarah Sanghyang Hawu (paguyuban budaya) dalam Paralimpaido (olahraga tradisional) Disabilitas. Pengenalan permainan tradisional ke disabilitas bukan “amal”, tapi strategi. Strateginya membuat pembangunan jadi benar-benar inklusif dan kebudayaan lokal jadi hidup karena diwariskan oleh semua warga, bukan hanya sebagian.

Dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat yang berhasil didapatkan dengan kepercayaan penuh ini tentu, tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Kota Cimahi melalui Disbudparpora dan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) atas rekomendasi yang di berikan sebagai bentuk pengakuan dan penguatan bagi para penggiat dan pelaku Kebudayaan, hingga dapat menjadi salah satu pertimbangan atau syarat dalam pengajuan program fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat. 

Melalui bantuan dana program fasilitas pelestarian kebudayaan ini dianggap penting sebagai ruang Kolaborasi para penggiat dan pelaku kebudayaan, untuk berperan secara optimal mengambil peran dalam pelestarian kebudayaan sesuai sebagaimana yang saat ini menjadi konsentrasi pemerintah.

Penyelenggaraan yang saat ini berlangsung tidak lepas dari usaha dan ikhtiar dari tim penyelenggara dengan kesamaan visi serta loyalitas sehingga kegiatan ini dapat terselenggara.

Dukungan fasilitas tempat oleh Kepala SLBN A Citeureup dan komunikasi ataupun koordinasi bersama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Cimahi serta jajaran kepala SLB Se-Kota Cimahi menjadi tolak ukur pembuktian bahwa pelestarian Kebudayaan tanpa batasan dan untuk semua kalangan, sebagaimana tema festival ini "Bermain Bersama Budaya Untuk Semua". (AP)

0Komentar