IKN-Jakarta – Soeharto dikenal sebagai salah satu Presiden RI dengan latar belakang militer yang kuat. Kariernya menanjak melalui berbagai posisi strategis, termasuk saat menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai perwira dengan kemampuan taktis dan kepemimpinan yang diperhitungkan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Puncak pengakuan terhadap kiprah militernya terjadi pada tahun 1997, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dalam momen tersebut, Soeharto dianugerahi pangkat kehormatan tertinggi, yakni Jenderal Besar (bintang lima) sebuah gelar yang sangat langka dan hanya diberikan kepada tokoh dengan kontribusi luar biasa bagi negara.
Sesaat setelah menerima kenaikan pangkat istimewa tersebut, Soeharto berpose dalam balutan Pakaian Dinas Upacara (PDU). Penampilannya tampak khidmat dan berwibawa, lengkap dengan atribut militer seperti tanda jasa, pin kehormatan, hingga topi dinas yang mempertegas status dan kehormatannya sebagai pemimpin sekaligus prajurit.
Potret bersejarah ini kemudian kembali mencuat dan dikenal luas melalui arsip visual yang dibagikan oleh akun Instagram Instagram @arsip_indonesia, menghidupkan kembali memori publik akan salah satu tonggak penting dalam perjalanan sejarah militer Indonesia. (*)
#Soeharto #JenderalBesar #SejarahIndonesia #ABRI #MiliterIndonesia #OrdeBaru #TokohNasional

0Komentar