IKN-Bogor – Kegiatan memperingati Hari Pendidikan dan sekaligus memperingati Hari Kartini di SMA Negeri 4 Kota Bogor sudah berlalu Selasa 5 Mei 2026. Kegiatan yang dimeriahkan dengan Band yang dimainkan oleh para ekstrakurikuler musik siswa kelas 11 di sekolah tersebut.
Kegiatan di sekolah itu sangatlah bermanfaat untuk siswa dengan memperingati Hari Pendidikan (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Peringatan ini bertujuan menghormati jasa Ki Hajar Dewantara. Bapak Pendidikan nasional, sekaligus momentum meningkatkan kualitas pendidikan dan mengenang hari kelahirannya.
Hari Kartini (21 April) adalah momentum untuk mengenang jasa R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi, hak pendidikan, dan keserataan gender bagi perempuan Indonesia. Maknanya kini meluas sebagai dorongan bagi perempuan untuk berdaya, mandiri, berpendidikan, serta peran aktif dalam pembangunan bangsa tanpa meninggalkan identitasnya.
Kegiatan tersebut penuh dengan makna, para siswa bermain musik untuk memperingati Hardiknas dan hari kartini namun sangat disayangkan para siswa yang sedang bermain musik di area SMA Negeri 4 itu. Tanpa menghormati ketika di masjid tetangganya SMP Negeri 9 sedang sholat berjamaah sekitar pukul 13,20.
Kelalaian ini ada dugaan kurangnya pengawasan dan pembinaan oleh pihak sekolah, sehingga marwah dan etika terabaikan
Perihal ini diketahui ketika IKN bertandang ke SMP Negeri 9, 5 Mei 2026, di masjid sekolah tersebut sedang ada sholat zuhur berjamaah. Namun didepannya tepat gedung sekolah SMA Negeri 4 ada suara musik yang dimainkan oleh para siswanya. IKN bergegas menuju pintu gerbang SMA Negeri 4 kebetulan ada satpam berdiri didepan gerbangnya,
IKN meminta kepada satpam agar para siswa yang bermain musik dihentikan sebentar karena di masjid SMP Negeri 9 sedang sholat zuhur berjamaah. Satpam tidak menggubris permintaan IKN, IKN langsung pergi meninggalkan area SMA Negeri 4 tersebut.
Besoknya hari Rabu 6 Mei 2026 IKN mencoba datang Ke SMA Negeri 4 untuk mengkonfirmasi perihal tersebut kepada kepala sekolah yaitu Yulianti Rosdian, M.Pd,. namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.
IKN hanya bertemu dengan waka humas yaitu Siti Chalimah, M.Pd.I, ketika dikonfirmasi mengenai siswanya sedang bermain musik disaat tetangga sekolah disebelahnya SMP Negeri 9 sedang sholat zuhur berjamaah. Siti menjelaskan "musiknya telah jeda disaat zuhur bahkan kami sholat zuhur saya imamnya".
Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali agar semua stakeholder (pemangku kepentingan) selalu memperhatikan sorotan masyarakat yang negatif bisa berubah menjadi yang baik. Tidak terlepas pihak tenaga pendidik harus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada siswanya. (Red)

0Komentar