IKN-Jakarta – Nama Rais Abin tercatat dalam sejarah dunia sebagai salah satu tokoh militer Indonesia yang berhasil menembus panggung internasional. Di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan negara-negara Arab, ia tampil sebagai figur penyeimbang seorang jenderal dari negara yang bahkan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, namun dipercaya memimpin misi perdamaian global.
Konflik Timur Tengah bermula dari berdirinya negara Israel pada 1948, yang memicu perang besar dengan negara-negara Arab. Peperangan demi peperangan pun terus berulang tahun 1956, 1967, hingga 1973 menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu wilayah paling rawan di dunia. Dalam situasi genting itulah, Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk pasukan perdamaian UNEF (United Nations Emergency Force) untuk meredam konflik.
Indonesia, sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia, mengirimkan Kontingen Garuda untuk bergabung dalam misi tersebut. Dari sinilah kiprah Rais Abin semakin bersinar. Dengan pengalaman militer yang matang serta kemampuan diplomasi yang kuat, ia dipercaya menjadi Komandan Pasukan UNEF II di Timur Tengah pada periode 1976–1979.
Kepercayaan ini menjadi sangat istimewa. Di tengah ketegangan politik global, bahkan pihak Israel menyetujui kepemimpinannya sebuah bukti bahwa profesionalisme dan integritas Rais Abin mampu melampaui batas-batas politik dan ideologi.
Sebagai panglima pasukan perdamaian, Rais Abin tidak hanya memimpin secara militer, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas, membangun kepercayaan, dan mencegah konflik terbuka antara pihak-pihak yang bertikai. Ia menjadi simbol bahwa Indonesia hadir bukan sebagai kekuatan perang, melainkan sebagai penjaga perdamaian dunia.
Kisah ini menegaskan satu hal: di tengah konflik paling rumit sekalipun, kepemimpinan yang bijak dan netral mampu menjadi jembatan bagi perdamaian. Dan Rais Abin adalah salah satu bukti nyata dari peran besar Indonesia di mata dunia. (*)
Sumber : Historia.id
#RaisAbin #KontingenGaruda #PBB #UNEF #SejarahDunia #PerdamaianDunia #Indonesia

0Komentar