GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Peran Sarwo Edhie Wibowo dalam Peristiwa 1965 dan Operasi Trisula

Peran Sarwo Edhie Wibowo dalam Peristiwa 1965 dan Operasi Trisula

×


IKN-Jakarta – Sarwo Edhie Wibowo menjadi salah satu tokoh militer yang paling banyak diperbincangkan dalam sejarah Indonesia, terutama terkait peristiwa 1965 dan Operasi Trisula pasca G30S/PKI.

Bagi sebagian kalangan, Sarwo Edhie dianggap sebagai sosok yang berperan penting dalam menjaga stabilitas negara di tengah situasi politik yang sangat genting. Namun di sisi lain, keterlibatannya dalam operasi militer pasca G30S juga memunculkan perdebatan panjang mengenai dampak kemanusiaan yang terjadi pada masa itu.

Sejarawan senior LIPI, Asvi Warman Adam, menilai bahwa peristiwa 1965 merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat kompleks dan tidak dapat dipandang secara hitam putih.

Menurutnya, peran militer, termasuk Sarwo Edhie, harus dipahami dalam konteks situasi politik nasional yang saat itu penuh ketegangan, konflik ideologi, serta ancaman perebutan kekuasaan.

Dalam berbagai kesempatan semasa hidupnya, Sarwo Edhie sendiri menegaskan bahwa dirinya bertindak sebagai seorang prajurit yang menjalankan tugas negara.

“Saya adalah tentara yang menjalankan perintah negara. Apa pun yang terjadi, itu adalah konsekuensi dari tugas yang diemban,” demikian pernyataan yang pernah disampaikannya dalam sebuah wawancara di akhir masa pengabdiannya.

Hingga kini, sejarah peristiwa 1965 dan Operasi Trisula tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut terus dikaji oleh para sejarawan, akademisi, dan masyarakat agar dapat dipahami secara lebih utuh, objektif, dan berimbang.  (*)



Sumber : dirgantaralapan.or.id

0Komentar