GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Lewat Pokir Anggota DPRD, Pemprov Sumbar Gelar Alek Anak Nagari Kurai di Bukittinggi

Lewat Pokir Anggota DPRD, Pemprov Sumbar Gelar Alek Anak Nagari Kurai di Bukittinggi

×

IKN-Bukittinggi – Upaya pelestarian kebudayaan Minangkabau di tengah gempuran era digital dan modernisasi terus diperkuat secara kolaboratif. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pergelaran Alek Permainan Anak Nagari se-Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang resmi dibuka di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (16/05/26).

​Acara bernuansa tradisi ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Bukittinggi/Agam. Momentum ini juga didukung penuh oleh dana pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat, Nurna Eva Karmila, sebagai bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

​Berdasarkan Surat Undangan Resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Nomor 400.6/24/Senbud-Disbud/V/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Syaiful Bahri, S.P., M.M, agenda ini dirancang secara masif. Rangkaian kegiatan menghadirkan pawai budaya, lomba permainan anak nagari, kesenian tradisi, hingga festival kuliner khas daerah. Salah satu agenda utamanya adalah lomba panitahan atau seni bertutur adat Minang yang dilaksanakan di Aula Kantor Badan Keuangan Kota Bukittinggi.

​Gubernur: "Siapa Lagi yang Mengangkat Kalau Bukan Kita"

​Gubernur Sumatera Barat dalam sambutannya memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya Alek Anak Nagari Kurai ini. Ia menegaskan bahwa penyelamatan kearifan lokal merupakan tanggung jawab kolektif masyarakat Minangkabau itu sendiri.

​"Kegiatan ini adalah salah satu upaya mendorong budaya kearifan lokal yang ada di kebudayaan kita. Siapa lagi yang akan mengangkat kalau bukan kita? Melalui Dinas Kebudayaan, kita harus terus menjaga nilai-nilai luhur ini", tegas Gubernur di hadapan tokoh adat dan masyarakat.

​Menurut Gubernur, esensi utama dari Alek Anak Nagari ini adalah mengajarkan dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan serta gotong royong di tengah masyarakat. Beliau berharap ke depannya acara ini dapat dikemas lebih semarak lagi dengan menampilkan lebih banyak ragam seni tradisional untuk diwariskan kepada generasi penerus.

​Senada dengan Gubernur, Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila dalam keterangannya beberapa waktu lalu (13/05/26) menyebutkan bahwa perkembangan zaman membuat sebagian generasi muda mulai jauh dari tradisi dan sejarah daerahnya sendiri.

​"Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum positif bagi generasi muda, khususnya di Kota Bukittinggi, agar kembali mengenal sejarah, adat istiadat, dan budaya Minangkabau", ujar Nurna Eva. Ia juga berharap ruang pembinaan ini dapat menjauhkan pemuda dari berbagai pengaruh negatif gawai (gadget) dan permainan digital.

​Dongkrak Potensi Pariwisata dan Wacana Rumah Sakit Wisata

​Selain menjadi tameng budaya, Gubernur menilai Alek Anak Nagari Kurai ini memiliki potensi luar biasa sebagai alternatif pendukung sektor pariwisata. Mengingat Bukittinggi menyandang predikat sebagai Kota Wisata, kehadiran atraksi budaya diyakini mampu menjadi magnet baru bagi pelancong.

​"Objek wisata di Bukittinggi perlu terus menghadirkan inovasi dan atraksi seperti ini, sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan dan betah untuk singgah lebih lama. Mudah-mudahan kegiatan ini menambah kaya destinasi wisata kita", tutur Gubernur.

​Guna memperkuat ekosistem Bukittinggi sebagai kota wisata yang ramah dan paripurna, Gubernur juga melontarkan gagasan strategis di sektor pelayanan publik. Ia berharap rumah sakit yang ada di Bukittinggi ke depan dapat dikembangkan dan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Wisata (Health Tourism). Dengan begitu, selain menikmati pemandangan dan budaya, pelancong juga bisa mendapatkan layanan kesehatan berstandar wisata.

​Di akhir arahannya, Gubernur menitipkan pesan penting mengenai kenyamanan kota, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga meminta peran aktif para niniak mamak (tokoh adat) untuk bersama-sama meminimalisasi potensi hal-hal negatif di tengah masyarakat. (AT)

0Komentar