IKN-Lombok Tengah – Pascasarjana IAIQH (Institut Agama Islam Qamarul Huda Bagu) menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk “Dialogue and Intrigue Session: Tricks and Steps to Publish Your Paper in Scopus Q1” yang berlangsung di Gedung Pascasarjana IAIQH Bagu Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada rabu (13/05/26) mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Pascasarjana IAIQH Bagu dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian dan publikasi ilmiah mahasiswa maupun dosen agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam publikasi jurnal bereputasi Scopus Q1.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh akademik yang berpengalaman di bidang pendidikan tinggi dan publikasi ilmiah. Turut hadir memberikan arahan dan motivasi kepada peserta, mulai dari mahasiswa, dosen, serta tokoh lainnya.
Rektor IAIQH Bagu Dr. Muhammad Ahyar, M.Si., Dalam sambutannya menyampaikan pentingnya ilmu pengetahuan dan semangat belajar di era modern. Ia menegaskan bahwa pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam dunia penelitian dan publikasi ilmiah.
“Menuntut ilmu bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan untuk membawa manfaat bagi umat. Publikasi ilmiah menjadi salah satu cara menyebarkan ilmu pengetahuan agar dapat memberikan dampak luas kepada masyarakat”, ujarnya.
Direktur Pascasarjana IAIQH Bagu Dr. Murdan, S.H.I., M.H.I., M.H., dalam opening speech menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas akademik sivitas akademika IAIQH.
Ia menyampaikan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut mahasiswa dan dosen tidak hanya mampu menulis karya ilmiah, tetapi juga memahami strategi agar hasil penelitian dapat diterbitkan pada jurnal bereputasi internasional.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dan motivasi bagi mahasiswa serta akademisi agar tidak takut menulis dan berani menargetkan jurnal internasional bereputasi seperti Scopus Q1. Dengan pendampingan dan strategi yang tepat, semua memiliki peluang yang sama”, ungkapnya.
Dr. Mohammad Zaki, M.Pd., Ketua Prodi Magister Studi Islam, menjelaskan bahwa diskusi ini dirancang secara interaktif agar peserta dapat memahami langkah-langkah praktis publikasi ilmiah.
“Kegiatan ini bukan hanya seminar biasa, tetapi ruang dialog akademik untuk berbagi pengalaman, strategi hingga tantangan dalam proses publikasi jurnal internasional”, jelasnya.
Adapun narasumber utama, Dr. Lukman Santoso, M.H., Editor in Chief Jurnal Justicia Islamica (Jurnal Terindeks Scopus Q1), memaparkan berbagai strategi dan tahapan penting dalam publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi.
Ia menjelaskan mulai dari teknik menentukan topik penelitian yang memiliki novelty (kebaruan), cara menyusun artikel sesuai standar internasional, memilih jurnal yang tepat, hingga menghindari kesalahan umum yang sering menyebabkan artikel ditolak editor.
“Menembus jurnal Scopus Q1 membutuhkan kesabaran, kualitas riset yang baik dan pemahaman terhadap standar akademik internasional. Penulis harus fokus pada kualitas metodologi, kebaruan penelitian, serta tata kelola penulisan ilmiah yang benar", paparnya.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa Pascasarjana, dosen, peneliti hingga tokoh lainnya. Selain mendapatkan ilmu dan wawasan, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas seperti e-sertifikat, materi seminar, networking akademik serta penguatan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah.
Pascasarjana IAIQH berharap melalui kegiatan ini akan lahir lebih banyak peneliti dan akademisi yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan menembus jurnal internasional bereputasi. Dengan ilmu, riset dan publikasi, mari bersama membangun tradisi akademik yang unggul dan berdaya saing global. (Hamdiono)

0Komentar