GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
CATATAN DINAS MILITER SERSAN MAYOR THOMAS MATULESSY DALAM ARSIP KERAJAAN INGGRIS TAHUN 1810–1816

CATATAN DINAS MILITER SERSAN MAYOR THOMAS MATULESSY DALAM ARSIP KERAJAAN INGGRIS TAHUN 1810–1816

×


IKN-Jakarta – Nama Thomas Matulessy tercatat secara resmi dalam administrasi militer Perusahaan Hindia Timur Britania atau East India Company serta arsip Angkatan Laut Kerajaan Inggris sejak tahun 1810. Catatan tersebut muncul setelah pasukan Inggris di bawah komando Laksamana Muda William Drury berhasil merebut wilayah Maluku dari kekuasaan aliansi Belanda dan Prancis dalam rangkaian Perang Napoleon.

Pada masa peralihan kekuasaan tersebut, Thomas Matulessy bergabung ke dalam British Amboina Corps, sebuah korps infanteri dan pasukan sukarelawan lokal yang dibentuk pemerintah Inggris guna menjaga keamanan Kepulauan Maluku sekaligus mempertahankan stabilitas wilayah.

Sepanjang masa pengabdian antara tahun 1811 sampai 1815, Thomas Matulessy dikenal sebagai prajurit bumiputera yang sangat menonjol di lingkungan militer Inggris di Fort Victoria. Para perwira Inggris mencatat sosok tersebut sebagai prajurit dengan disiplin tinggi, loyalitas kuat, serta kemampuan membaca dan menulis yang sangat baik. Kemampuan literasi seperti itu tergolong langka di kalangan prajurit lokal pada masa tersebut.

Selain memiliki kecakapan administratif, Thomas Matulessy juga dikenal sebagai penembak jitu yang andal dalam menggunakan berbagai jenis senjata api infanteri milik Inggris. Prestasi, kecerdasan, dan konsistensi selama bertugas mengantarkan Thomas Matulessy mencapai pangkat tertinggi yang dapat diraih prajurit lokal dalam struktur militer Eropa saat itu, yaitu Sersan Mayor atau Sergeant Major.

Sebagai bintara tinggi senior, Thomas Matulessy memegang peranan penting sebagai penghubung antara perwira Inggris dengan prajurit lokal. Tanggung jawab besar juga melekat dalam menjaga disiplin pasukan serta mengawasi jalannya organisasi militer di markas.

Kedudukan tersebut memberikan hak untuk mengenakan seragam resmi militer Kerajaan Inggris berupa tunik wol merah khas Redcoat berkerah biru tua lengkap dengan tanda pangkat chevrons perak di bagian lengan kanan atas. Seragam kebesaran tersebut dilengkapi sabuk silang kulit putih, topi tinggi jenis shako berhias jambul bulu tegak, serta pedang standar sersan militer Inggris sebagai simbol kewenangan komando.

Masa pengabdian di bawah panji Kerajaan Inggris berakhir pada tahun 1816 setelah diberlakukannya Konvensi London pasca Perang Napoleon. Perjanjian internasional tersebut mewajibkan Inggris menyerahkan kembali wilayah Maluku kepada Kerajaan Belanda.

Sebagai akibat dari perubahan geopolitik tersebut, British Amboina Corps resmi dibubarkan dan Thomas Matulessy diberhentikan dengan hormat dari dinas militer Inggris sebagai pensiunan militer resmi.

Pengalaman selama enam tahun dalam lingkungan militer Inggris membentuk pemahaman mendalam mengenai disiplin ketentaraan, birokrasi modern, strategi perang infanteri, serta sistem organisasi militer Eropa. Seluruh pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi penting dalam membangun keteguhan mental, kemampuan taktis, dan kepemimpinan Thomas Matulessy pada masa perjuangan berikutnya dalam sejarah Maluku dan Nusantara.  (*)


#ThomasMatulessy #SersanMayorInggris #BritishAmboinaCorps #JagadNusantara

#SejarahMaluku #ArsipMiliterInggris #FortVictoriaAmbon #Redcoats #SejarahNusantara #KonvensiLondon1816 #Pattimura #KarierMiliter #SejarahDunia

0Komentar