GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Bangun Kesadaran Gender Berbasis Islam, PC KOPRI PMII Mandailing Natal Gelar SIG Perdana

Bangun Kesadaran Gender Berbasis Islam, PC KOPRI PMII Mandailing Natal Gelar SIG Perdana

×

IKN-Mandailing Natal – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (KOPRI) PMII Mandailing Natal periode 2024–2025 sukses menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) pertama dalam sejarah KOPRI Mandailing Natal (Madina). Kegiatan yang berlangsung pada sabtu–ahad (23–24/05/26), di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Mandailing Natal itu diikuti puluhan peserta kader perempuan PMII.

Program kaderisasi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran untuk memperkuat nalar kritis kader perempuan dalam membaca persoalan gender dari perspektif Islam, sekaligus mendorong hadirnya gagasan keadilan sosial yang lebih membumi dalam kehidupan masyarakat.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Tiurmirawati Saragih, yang secara resmi membuka pelaksanaan SIG ke-1. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesetaraan akses perempuan dalam pendidikan, organisasi dan ruang pengambilan keputusan.

“Perempuan hari ini harus diberikan ruang yang sama dalam pendidikan, organisasi maupun pengambilan keputusan. Saya berharap kegiatan Sekolah Islam Gender ini mampu melahirkan perempuan-perempuan muda yang berani bersuara, kritis terhadap persoalan sosial dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman”, ujar Tiurmirawati.

Sejumlah sahabat dan sahabati senior PMII Mandailing Natal juga hadir memberi dukungan atas terselenggaranya agenda kaderisasi tersebut.

Ketua PC KOPRI PMII Madina, Devi Rahmasari, menyebut Sekolah Islam Gender bukan sekadar forum transfer pengetahuan, melainkan ruang tumbuh bagi kader perempuan untuk memahami isu gender secara lebih utuh dalam perspektif Islam.

“Sekolah Islam Gender ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang bertumbuh bagi kader-kader perempuan PMII untuk memahami isu gender secara mendalam dalam perspektif Islam. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kader perempuan yang progresif, berdaya saing serta mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat”, kata Devi.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mardiana Nasution, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar KOPRI PMII Madina untuk meningkatkan kualitas intelektual kader perempuan sekaligus memperkuat kesadaran mereka terhadap isu perempuan, keislaman dan persoalan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan Sekolah Islam Gender ke-1 ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar KOPRI PMII Madina dalam meningkatkan kualitas intelektual dan kesadaran kader terhadap isu perempuan, keislaman serta sosial kemasyarakatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini”, ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan berlanjut dengan diskusi dan pemaparan materi dari sejumlah narasumber. Tiurmirawati Saragih membuka sesi materi dengan pembahasan mengenai ketimpangan yang dialami perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sesi berikutnya diisi oleh Fazrini Dina Rahma dengan materi Gender I, disusul Khairul Andi yang membawakan Konsep Dasar Islam. Selanjutnya, Ayu Meita Putri Siregar menyampaikan materi tentang perempuan dalam perspektif Al Quran dan Hadits, kemudian Nur Hakimah membahas fiqh perempuan.

Materi tentang hukum Islam di Indonesia disampaikan Ahmad Faisal, sedangkan Ismail Marzuki membawakan materi terkait keorganisasian. Sebagai penutup, forum menghadirkan Rita Defriza, demisioner Ketua KOPRI Cabang Mandailing Natal sekaligus Kepala Program Studi Hukum Pidana Islam STAIN Madina, bersama Ketua PC KOPRI PMII Madina, Devi Rahmasari.

Melalui pelaksanaan Sekolah Islam Gender ini, KOPRI PMII Mandailing Natal berharap lahir kader-kader perempuan yang kritis, progresif dan memiliki perspektif Islam serta gender yang inklusif dalam menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat. (MM)

0Komentar