GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Profil Ahmad Heryawan: Sosok "Aher" yang Bermula dari Penjaja Gorengan hingga Jadi Nahkoda PKS

Profil Ahmad Heryawan: Sosok "Aher" yang Bermula dari Penjaja Gorengan hingga Jadi Nahkoda PKS

×


IKN-Bandung – Nama Ahmad Heryawan, atau yang akrab disapa Kang Aher, telah menjadi sinonim dengan transformasi Jawa Barat selama satu dekade terakhir. Namun, di balik deretan penghargaan dan posisi mentereng di panggung politik nasional, tersimpan kisah perjuangan seorang anak desa dari Sukabumi yang membangun mimpinya dengan penuh ketekunan.

Kini, sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 sekaligus menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berstatus sementara, Aher membuktikan bahwa integritas dan kerja keras adalah kunci kepemimpinan yang langgeng.

Masa Kecil: Sekolah Sambil Menjajakan Gorengan

Lahir di Sukaraja, Sukabumi, pada 19 Juni 1966, masa kecil Aher jauh dari kemewahan. Etos kerjanya terasah sejak dini; setiap hari, sembari berjalan kaki menuju sekolah, ia menjajakan gorengan buatan tetangganya. Aktivitas ini dilakukannya dengan konsisten sejak bangku Sekolah Dasar hingga SMA.

Ketekunan tersebut berbuah manis. Selepas SMA, kecerdasannya membawanya meraih beasiswa penuh di Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Ia menyelesaikan studinya dengan predikat lulusan terbaik, yang kemudian menjadi modal utama dalam kariernya sebagai akademisi dan mubaligh di berbagai perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Indonesia.

Satu Dekade Keemasan di Jawa Barat

Karier politik Aher melesat saat ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat pada tahun 2008. Selama dua periode kepemimpinannya (2008–2018), Jawa Barat mengalami masa "hujan penghargaan". Lebih dari 150 penghargaan dari negara diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah arahannya.

Salah satu prestasi monumental adalah keberhasilan Jawa Barat meraih Anugerah Pangripta Nusantara sebanyak lima kali, sebuah penghargaan tertinggi untuk perencanaan pembangunan daerah terbaik di Indonesia. Di tangan Aher, Jawa Barat tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan nilai-nilai keumatan.

Nahkoda PKS dan Kiprah di Senayan

Setelah menuntaskan pengabdian di tingkat daerah, Aher tetap menjadi pilar penting bagi Partai Keadilan Sejahtera. Persinggungannya dengan pergerakan tarbiyah sejak muda menjadikannya sosok ideologis sekaligus pragmatis dalam berpolitik.

Saat ini, ia mengemban amanah besar sebagai Presiden PKS sementara, menggantikan pendahulunya yang bertarung dalam pemilihan gubernur. Di saat yang sama, ia kembali ke kursi legislatif sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II, melanjutkan advokasi kebijakan untuk masyarakat di tingkat nasional.

Kepemimpinan Berbasis Umat

Selain dikenal sebagai politisi, Aher adalah tokoh sentral dalam organisasi Persatuan Umat Islam (PUI). Ia menjabat sebagai Ketua Umum PUI sejak 2004 hingga saat ini dipercaya sebagai Ketua Majelis Syura PUI. Perannya di organisasi ini mempertegas profilnya sebagai pemimpin yang mengakar pada gerakan dakwah dan pendidikan.

Kisah Ahmad Heryawan adalah pengingat bagi setiap anak bangsa: bahwa status sosial masa lalu bukanlah penghalang untuk mencapai puncak pengabdian tertinggi bagi negara. (Red)


Sumber: Wikipedia

0Komentar