GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
BPDAS Remu Ransiki Kolaborasi Dengan MD KAHMI Manokwari untuk program RHL

BPDAS Remu Ransiki Kolaborasi Dengan MD KAHMI Manokwari untuk program RHL

×

IKN-Manokwari – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Remu Ransiki sebagaimana yang menjadi salah satu tugasnya adalah melaksanakan rehabilitasi hutan, lahan, perairan darat dan manggrove serta melakukan konservasi tanah dan air, sehingga langkah kolaborasi merupakan sebuah keniscayaan dalam mendukung tugas pokok salah satu kelembagaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementrian Kehutanan di daerah ini.

Demikian salah satu latar belakang yang disampaikan Kepala BPDAS Remu Ransiki Zayinul Farhi, S.Hut., M.Si terkait langkah kolaborasi yang seringkali dilakukannya dengan berbagai organisasi masyarakat (Ormas) melalui berbagai program yang terencana dan terukur.

“Dalam menjalankan tupoksi kami, salah satunya adalah kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, kolaborasi adalah suatu keniscayaan yang terus kami perluas dan tingkatkan, utamanya dengan organisasi masyarakat ataupun organisasi keagamaan yang tentu peduli atas lingkungan,” ujarnya saat menyerahkan SK Kebun Bibit Rakyat (KBR) kepada kelompok KBR Insan Cita, Selasa (21/04/26) kemarin di ruang kerjanya.

Dijelaskannya  bahwa program KBR merupakan salah satu program Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh kementrian kehutanan melalui UPT di daerah salah satunya seperti BPDAS Remu Ransiki. Lebih lanjut ditambahkan bahwa program KBR ini merupakan program penyediaan bibit tanaman kayu-kayuan dan tanaman serbaguna (Multipurpose) yang dikelola secara swakelola oleh kelompok masyarakat dan selanjutnya juga bertanggung jawab untuk melakukan penanaman pada areal yang ditetapkan oleh Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RU-RHL).

“Kami sangat berharap makin banyak organisasi masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan salah satunya melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan”, ujar alumni UGM ini.

Sementara Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI Manokwari) Purwanto, S.H., M.Kn menjelaskan bahwa KAHMI juga memiliki kepedulian dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ekonomi kerakyatan, sehingga pada tahun 2021 telah membentuk lembaga otonom yang spesifik menjalankan tugas tersebut, yaitu Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi (LKPE) Kerakyatan Insan Cita, sehingga sangat tepat jika BPDAS Remu Ransiki menggandeng KAHMI melalui LKPE Insan Cita.

“Kami tentu sangat mengapresiasi BPDAS Remu Ransiki yang telah menggandeng MD KAHMI Manokwari melalui LKPE Insan Cita dalam upaya bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan melalui program Kebun Bibit Rakyat yang merupakan program besar Rehabilitasi Hutan dan Lahan,” ujar Purwanto usai menerima SK KBR Insan Cita.

Lebih lanjut Purwanto juga menawarkan jika memungkinkan kedepan, BPDAS Remu Ransiki dan KAHMI dapat berkolaborasi untuk kegiatan penanaman pohon atau bibit produktif ataupun pembuatan Demplot tanaman buah-buahan di areal lahan KAHMI/LKPE Kerakyatan Insan Cita di Prafi, dengan melibatkan seluruh anggota KAHMI dan HMI.

“Saya juga sepakat, bahwa kolaborasi merupakan suatu keniscayaan dalam menjalankan program-program pemerintah, sehingga jika semua program pemerintah dalam pelaksanaanya melibatkan kelompok masyarakat, diharapkan masyarakat akan rasa memiliki sehingga diharapkan akan terjaga kelestarian dan keberlanjutan programnya”, pungkas salah satu Notaris di Manokwari ini. sementara Ketua LKPE Kerakyatan Insan Cita Sumarno, S.Pt, M.P menjelaskan bahwa penjajakan kolaborasi ini telah dilakukannya sejak Nnovember 2025 dan telah melalui tahapan verifikasi administrasi dan lapangan lokasi pembibitan, serta calon lokasi penanaman sehingga berharap program ini dapat berjalan sesuai rencana. "Kami telah membentuk kelompok kerja dan seluruh administrasi telah kami penuhi sejak tahun lalu, survey lokasi juga sudah dilakukan", ujarnya. (Sum)

0Komentar