IKN-Manokwari – sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas usaha yang dijalankan pemuda Arfak Orang Asli Papua (OAP), anggota DPD RI Yance Samonsabra Kamis (02/04/26) mengunjungi usaha budidaya ikan lele dan nila serta peternakan ayam kampung dan ayam petelur di distrik Warmare.
Usaha yang digeluti oleh pemuda Arfak Tery Iwouw sejak 2018 ini, menurut Yance Samonsabra layak untuk diberikan apreasiasi dan dukungan yang besar, karena usaha ini lahir dan tumbuh secara mandiri, bahkan telah mampu mengakses fasilititas perbankan (kredit) dan usahanya terus bertahan dan tumbuh.
“Ini kandangnya kelihatan terlalu padat yah ayamnya, nanti kita bantu untuk perbesar kandangnya dan kolam ikannya juga perlu ditambah”, ujar Yance Samonsabra spontan kepada Tery Iwow sang enterpreuner Arfak itu.
Yance Samonsabra juga mengapresiasi Dinas Peternakan Provinsi yang telah memberikan dukungan berupa bibit ayam petelur dan pakannya kepada Tery Iwouw dalam menjalankan usahanya yang dinilai serius untuk menekuni.
Dirinya mengaku sangat bangga dan mendukung pemuda asli Papua yang punya komitmen dan keseriusan yang tinggi untuk berwirausaha, karena tanah Papua ini sangat luas dan subur sehingga perlu diberdayakan utamanya di sektor pertanian, peternakan, perikanan seperti yang dilakukan Tery Iwouw.
Lebih lanjut Yance menegaskan dibutuhkan lebih banyak lagi pemuda Papua seperti Tery, sehingga banyak program-program pemerintah yang bisa dijemput dan mendukung program yang dicanangkan pemerintah, misalnya seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih membutuhkan bahan baku.
“Dari kunjungan saya beberapa waktu lalu di beberapa dapur MBG, mereka sangat kekurangan bahan baku, utamanya buah-buahan, jadi kedepan perlu kita lakukan pembinaan terhadap pemuda Papua yang lain untuk memproduksi buah dan sayuran”, ujarnya.
Yance Samonsabra juga berharap, kedepan apa yang dilakulan oleh Tery dapat menjadi contoh dan model yang baik untuk mewujudkan Papua produktif sebagaimana amanat otonomi khusus yang selama ini harus lebih dioptimalkan untuk memberdayaan Orang Asli Papua.
“Saya menyampaikan terimakasih kepada bapak senator yang telah bersedia mengunjungi usaha saya dan ini merupakan bentuk dukungan semangat yang sangat besar bagi saya, ada pejabat Papua yang mau perhatian dengan kami”, ujar Tery Iwouw.
Sekedar diketahui, Tery Iwouw merupakan Sarjana Ilmu Geologi, alumni dari salah satu universitas di Yogyakarta ini mengaku lebih memilih berwirausaha, karena menurutnya tanah Papua yang luas serta kebutuhan bahan pangan manusia terus bertambah masih memberikan peluang usaha yang sangat luas, terlebih dengan program MBG yang dicanangkan oleh pemerintah.
Dirinya yang berprinsip tidak berharap pada bantuan pemerintah ini, bertekad akan terus mengembangkan usahanya dan selalu mengajak saudara dan masyarakat untuk maju bersama dengan membuka wirausaha.
“Saya prinsip tidak mau mengemis dengan proposal ke pemerintah, tapi kalo pemerintah atau siapa saja mau datang dan memberikan dukungan, kami terima dengan tangan terbuka”, pungkasnya. (Tim)

0Komentar