IKN-Bukittinggi – Gelanggang Pacu Bukik Ambacang kembali bergemuruh. Perhelatan akbar bertajuk "Alek Nagari Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi – Agam 2026" resmi dibuka pada Ahad, (26/04/26) pagi.
Pembukaan ditandai dengan prosesi adat sakral, yakni penyerahan Bendera Pordasi dari Niniak Mamak kepada Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang kemudian diteruskan kepada Dewan Steward sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Sebanyak 80 ekor kuda pacu terbaik dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam 19 race yang dipertandingkan sepanjang hari. Even ini menjadi magnet bagi ribuan penonton yang memadati arena, memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp. 317 juta.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melestarikan tradisi ini. Ia berencana menjadikan pacu kuda sebagai agenda rutin yang digelar dua kali dalam setahun.
"Pacu kuda bukan sekadar warisan budaya, tapi memiliki multiplier effect ekonomi yang nyata bagi masyarakat, joki hingga pemilik kuda. Kualitas kuda kita sudah diakui secara nasional, tugas kita adalah menjaga dan meningkatkan bibit-bibit unggul tersebut", ujar Ramlan di hadapan tamu undangan.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Agam, M. Iqbal, menyebut even ini sebagai simbol kuatnya sinergi antara Bukittinggi dan Kabupaten Agam. "Bukittinggi dan Agam itu ibarat kakak-beradik. Even ini adalah strategi bersama kita untuk mendorong sektor pariwisata daerah ke tingkat yang lebih tinggi", tuturnya
Hadir dalam acara tersebut berbagai tokoh penting, mulai dari Kadispora Sumbar Mahdianur, perwakilan PT Semen Padang, Bank Nagari, jajaran DPRD Bukittinggi dan Riau, hingga pemilik kuda dari Jawa Timur.
Perpaduan antara tradisi, olahraga, dan pariwisata ini kembali menegaskan bahwa Pacu Kuda Bukittinggi–Agam tetap menjadi salah satu kalender wisata paling bergengsi di Sumatera Barat yang mampu menarik perhatian nasional. (AT)

0Komentar