GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Tegak di Antara Sujud dan Darah

Tegak di Antara Sujud dan Darah

×

Wahyudi Husain Solemani

Di pusaran abad yang gaduh, ada keturunan Rasulullah berdiri seperti pohon tua yang akarnya menembus tanah sejarah. Ia tak lahir dari kemewahan istana, melainkan dari madrasah luka dan doa. 

Namanya Ali Khamenei, wajahnya menyimpan jejak panjang perlawanan, tetapi matanya tetap teduh, seolah dunia boleh bergetar, namun keyakinan tak boleh gugur.

Ia beragama seperti datuknya, Muhammad. Mengikat iman bukan pada sorak massa, tetapi pada amanah langit. Agama baginya bukan hiasan retorika, melainkan jalan sunyi yang menuntut sabar, adil dan teguh.

Dalam setiap keputusan, ada gema akhlak kenabian, menahan diri ketika mampu menyerang, bersuara ketika kebenaran dibungkam dan melawan ketika kedaulatan diinjak. 

Ia berusaha hidup seperti Ali ibn Abi Talib, sederhana dalam keseharian, keras terhadap kezaliman, lembut pada kaum papa. Rumahnya tak menjulang, pakaiannya tak berkilau, tetapi keberaniannya menembus langit, melampaui ancaman. 

Baginya, kemuliaan bukan pada singgasana, melainkan pada keberpihakan kepada yang tertindas. Kehormatan adalah keberanian untuk berserah sepenuhnya pada kebenaran.

Di ujung waktu, ketika akhir tampak memapah takdir, ia bersiap mati seperti Husain. Bukan mencari kematian, tetapi tak gentar bila kebenaran menuntut pengorbanan. Kesahidan memang bukan ambisi, melainkan kemungkinan yang diterima dengan hati lapang. Sebab lebih baik rebah dalam kehormatan dari pada hidup dalam ketundukan pada kebiadaban.

Di tengah dunia yang permisif terhadap keserakahan, cium tangan terhadap para bandit pembunuh, ia memilih tetap tegak dengan tangan yang lebih sering terangkat dalam doa dari pada terkepal dalam amarah.

Ia tahu, pada akhirnya, semua pemimpin hanyalah hamba. Dan sujudlah yang membuat seorang pemberani tetap rendah hati, bahkan ketika sejarah menuliskan namanya dengan cinta dan tinta perlawanan.

Selamat jalan Sayyid. Terima kasih telah membuat kepala kami tegak. Dan kami dengan izin Allah, juga tidak akan pernah menyerah sepeti dirimu.

0Komentar