IKN-Lombok Tengah – Warga Dusun Selak Aik Bawak, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat dan kebersamaan, pada hari Sabtu (03/01/26) bertepatan dengan tanggal 14 Rajab 1447 Hijriah, bertempat di Masjid Al Istiqomah Dusun Selak Aik Bawak Desa Aik Berik.
Acara keagamaan ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, para Tuan Guru, Pemerintah Desa, pemuda serta ratusan jamaah dari berbagai kalangan. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, sholawat Nabi dan dilanjutkan dengan rangkaian sambutan serta tausiyah.
Kepala Dusun, H. Saepudin Amrullah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini.
“Peringatan Isra’ Mi’raj ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat iman, ukhuwah islamiyah dan kebersamaan masyarakat Dusun Selak Aik Bawak Desa Aik Berik”, ujarnya.
Tausiyah atau pengajian ke-1 sebagai puncak acaranya diisi oleh Al Mukarrom TGH. Lalu Syarif Habiburrahman, S.Pd Cempaka Putih yang menyampaikan hikmah perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.
“Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang menegaskan kewajiban shalat lima waktu. Shalat bukan hanya ritual tetapi benteng moral dan sumber ketenangan hidup umat Islam”.
Isra’ Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya shalat sebagai tiang agama. Dan semoga bentuk nilai-nilai ini terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat akhlak, menjaga persatuan, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Adapun pengajian ke-2 disampaikan oleh Al Mukarrom Al Ustadz Lalu Abdul Hannan Cempaka Putih pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW terkait sifat terpuji dan tercela. Ia menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat adalah sarana untuk memperbaiki akhlak. Jika shalat baik, maka akhlak pun akan baik.
Rasulullah SAW mencontohkan sifat terpuji, seperti jujur, amanah, sabar, rendah hati dan ikhlas dalam berbuat kebaikan. Sifat-sifat inilah yang harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga maupun di masyarakat.
Sebaliknya, kita harus menjauhi sifat tercela, seperti sombong, dengki, dusta, khianat, dan malas beribadah. Sifat-sifat ini merusak hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.
Mari jadikan peringatan Isra’ Mi’raj ini sebagai momentum untuk memperbaiki shalat dan meningkatkan akhlak, dari sifat tercela menuju sifat terpuji.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Al Mukarrom Al Ustadz Lalu Abdul Hannan Cempaka Putih dengan harapan agar masyarakat Dusun Selak Aik Bawak senantiasa diberi keberkahan, keselamatan dan keteguhan iman.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai religius dan kebersamaan masyarakat Desa Aik Berik dalam menjaga dan menghidupkan syiar Islam. (Hamdiono)

0Komentar