GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Situasi Pemakaman Al-Mukarram TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin Bagu Dipadati Lautan Manusia

Situasi Pemakaman Al-Mukarram TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin Bagu Dipadati Lautan Manusia

×


IKN-Lombok Tengah – NTB: Jum'at, 16 Oktober 2026 Innalillahi wa inna ilaihi raji'un

Telah berpulang ke Rahmatullah Mamiqda, Guru, dan Panutan Umat NTB, Al-Mukarram TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin (Pendiri / Pembina / Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu), beliau wafat pada hari Kamis, 15 Oktober 2026 kemarin.

Langit Lombok dari kemarin sampai hari ini seakan ikut bersedih dan berduka.

Lautan manusia, ribuan pasang mata berkaca-kaca, ribuan tangan menengadah, mengantarkan sosok ulama yang penuh kesolehan dan sangat alim.

Almarhum merupakan Mustasyar PBNU dan Rois Syuriyah PWNU NTB, ulama kharismatik yang akrab disapa Tuan Guru Bagu atau Datoq Bagu. Beliau adalah Guru bagi Gubernur, Bupati, pejabat, hingga petani kecil. Semua merasa kehilangan orang tua.

Rangkaian Pemakaman Hari ini sangat padat, prosesi pemakaman Almarhum dilaksanakan pada:

Hari ini Jum'at, 16 Oktober 2026 dengan waktu Pemakaman pukul 15.30 WITA / Ba'da Ashar di tempat Pemakaman Pekuburan Dekat Masjid Asrama Putri, Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Desa Bagu Kec. Pringgarata Lombok Tengah NTB.

Lautan Manusia dari berbagai macam penjuru Lombok umumnya di Indonesia datang berdesak-desakan, hanya untuk bisa ikut mengangkat, menurunkan jenazah dan menaburkan bunga dan tanah terakhir untuk gurunya.

Situasi Pantauan di lapangan saat ini, terlihat mulai kemarin sore sampai pagi ini dan hingga sore ini juga ribuan jamaah tumpah ruah sudah tidak mampu menampung jamaah memadati area komplek Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu. 

Jalan utama serta gang-gang kecil yang di Desa Bagu - Pringgarata mengalami macet total hingga puluhan kilometer. Banyak jamaah yang berjalan kaki berkilo-kilo meter karena tidak bisa masuk kendaraan. Inilah bukti mahabbah umat kepada ulama. Ribuan jamaah, santri, alumni, tokoh Tuan Guru se-Pulau Lombok, Indonesia, pejabat pemerintah, pengurus NU dari tingkat Pusat hingga Ranting, dan masyarakat umum hadir untuk mensholatkan dan mengantarkan jenazah Almarhum ke peristirahatan terakhirnya

"Ini adalah pemakaman orang Soleh dan 'Alim. Kalau meninggalnya orang alim, maka langit dan bumi ikut menangis. Lihatlah lautan manusia hari ini," ujar salah seorang jamaah sambil menangis.

Dengan Suasana penuh haru, tangis, dan lantunan Sholawat, Tahlil, dan dzikir menggema tanpa henti dari Masjid ke Masjid mengiringi perjalanan terakhir beliau serta lantunan doa mengiringi kepergian sosok ulama besar yang selama -+ 90 tahun mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Islam dan dakwah Islam Wasathiyah di NTB.

Susunan Acara:

Pembacaan Suratul Ikhlas langsung zikir yang dipimpin oleh Al-Mukarram TGH. Ma'arif Makmun Diranse dan Prof. Dr. KH. M. Zaidi Abdad,.M.Ag.

Selanjutnya pembacaan Talqin oleh Al-Mukarram TGH.Habiburrahman,.S.H.I,.M.Ag.

Pembacaan Doa oleh:

1. Drs. TGH. Munajib Khalid

2. TGH. Mukhlis Ibrahim

3. TGH. Muharrar Mahfuz

4. KH. M. Syafiq Jawa Timur

5. Dr. TGB. M. Zainul Majdi. M.A

6. Dr. TGH. Badrun,.M.Pd

7. Prof. Dr. KH. Subhan Abdullah Acim,.M.A

8. Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi,. M.A

9. TGH. M. Faizin Ya'kub

Pembacaan Biografi

Al-Mukarram  TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin

Pada Prosesi Pemakaman Jum'at, 16 Oktober 2026 yang dibacakan oleh Al-Mukarram Prof. Dr. TGH. Adi Fadli,.M.Ag (Syuriah PWNU NTB), Izinkan kami membacakan riwayat hidup singkat Guru, Orang Tua, dan Panutan kita semua, Almarhum Al-Maghfurlah TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, yang pada hari ini Jum'at yang mulia akan kita antarkan ke peristirahatan terakhirnya.

IDENTITAS DAN KELAHIRAN

- Nama Lengkap: TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin.

- Nama kecil sebelum menunaikan ibadah Haji: Lalu Hasan Basri.

- Dikenal luas dengan sebutan: Tuan Guru Bagu / Datoq Bagu.

Tempat, Tanggal Lahir: Desa Bagu, 1 April 1936

Anak ke-2 dari 4 bersaudara

Usia Wafat: -+ 90 Tahun

Beliau lahir dari keluarga Perwangse atau Bangsawan Suku Sasak. Gelar "Lalu" di depan namanya adalah gelar kebangsawanan Sasak.

Ayahanda beliau adalah Almarhum TGH. Lalu Badaruddin, seorang ulama berpengaruh di Lombok yang merintis dakwah dari langgar kecil di rumahnya di Desa Bagu, yang kelak menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Qamarul Huda.

RIWAYAT PENDIDIKAN

Pendidikan agama pertama beliau peroleh langsung dari Ayahanda beliau sendiri.

• 1944: Sekolah Rakyat (SR) di Bagu.

• 1948 - 1952: Madrasah Mu'allimin Darul Qur'an, Bengkel, Lombok Barat, di bawah asuhan ulama besar TGH. Soleh Hambali.

• 1952 - 1962: Selama kurang lebih 10 tahun, beliau menimba ilmu dan bermukim di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, memperdalam ilmu Fiqih, Tasawuf, dan Tharekat.

Sepulangnya dari Makkah pada tahun 1962, beliau tidak langsung beristirahat, beliau langsung berjuang.

PERJUANGAN DAN PENGABDIAN - MEMBANGUN QAMARUL HUDA DARI NOL

Dari langgar kecil ayahnya, dengan izin Allah, beliau membangun peradaban:

• 1 April 1962: Mendirikan Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah Qamarul Huda Bagu.

• 1963: Resmi mendirikan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah.

• 1968: Mendirikan Madrasah Tsanawiyah Qamarul Huda.

• 1984: Mendirikan Madrasah Aliyah Qamarul Huda.

• 1999: Atas prakarsa dan dorongan dari Sahabat karibnya, Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), saat Munas Alim Ulama dan Konbes NU digelar di Qamarul Huda Bagu, beliau mendirikan Perguruan Tinggi. 

Bekerja sama dengan STAI Ibrahimy Situbondo, lahirlah STAI Ibrahimy Bagu, yang kini berkembang menjadi Institut Agama Islam Qomarul Huda (IAIQH) Bagu. 

Hari ini, dari 1 langgar, telah lahir ribuan santri, ribuan alumni yang menjadi Tuan Guru, Kepala Desa, Pejabat, dan penggerak masyarakat di seluruh NTB dan Indonesia.

KIPRAH KEAGAMAAN DAN KEBANGSAAN

• Mursyid Tharekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah - Mursyid yang membimbing ribuan jamaah tharekat di Lombok. 

• Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) - Penasehat tertinggi di PBNU Pusat. 

• Rois Syuriah PWNU NTB - Pimpinan tertinggi keagamaan NU di NTB. 

• Tokoh Islam Wasathiyah - Beliau adalah sosok yang istiqomah mengajarkan Islam yang moderat, toleran, dan menyejukkan. 

Bahkan Gus Dur sangat menghormati dan sering menguji kewalian beliau. 

WAFAT

Setelah berjuang selama hampir 90 tahun, Almarhum berpulang ke Rahmatullah pada:

Hari: Kamis, 15 Oktober 2026

Pukul: 13.37 WITA

Tempat: Ruang ICU RSUD Provinsi NTB

Dalam Usia: -+90 Tahun

Dan hari ini, Jum'at, 16 Oktober 2026, kita semua menjadi saksi, ribuan jamaah memadati pemakamannya.

Inilah riwayat singkat Guru kita. Seorang anak bangsawan yang memilih hidup sederhana sebagai guru ngaji. Seorang yang belajar 10 tahun di Makkah tapi pulang untuk membangun desa kelahirannya.

Hari ini fisik beliau telah tiada, tapi ilmu, pesantren, dan ribuan santri yang beliau tinggalkan adalah amal jariyah yang tidak akan pernah putus.

Sambutan dari Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ayahanda kita semua, Orang Tua kita semua, Guru Umat kita semua:

Al-Mukarram Al-Maghfurlah TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin.

Beliau wafat pada hari Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 13.37 WITA di RSUD Provinsi NTB pada usia 90 tahun.

Secara pribadi, duka ini sangat dalam bagi saya. Sehari sebelum beliau wafat, saya sempat menjenguk beliau. Dan kemarin, saat detik-detik terakhir beliau, saya bersama Direktur RSUD Provinsi NTB mendampingi beliau hingga menghembuskan nafas terakhir dengan tenang. Saya menjadi saksi, beliau pergi dalam keadaan khusnul khatimah, di hari yang baik, dikelilingi doa.

Hari ini kita semua menjadi saksi. Allah SWT menunjukkan kemuliaan seorang 'Alim.

Pemakaman hari ini sangat padat. Sangat penuh. Luar biasa.

Sejak Sholat Jenazah Pertama pukul 08.00 di Masjid Asrama Putri, Sholat Jenazah Kedua pukul 13.00 di Masjid Baiturrahman Bagu, hingga pemakaman sore ini Ba'da Ashar di pekuburan ini, lautan manusia tumpah ruah. Ribuan jamaah hadir.

Ini bukan pemakaman biasa. Ini adalah Pemakaman Seorang Ulama Besar. Jalanan Bagu macet, jamaah berjalan kaki berkilo-kilometer. Ini adalah bukti cinta masyarakat NTB kepada Datoq Bagu.

NTB kehilangan Induk. NTB kehilangan Mercusuar. NTB kehilangan tempat bertanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas segala jasa, ilmu, dan pengabdian Almarhum untuk daerah ini.

Dan kepada keluarga besar yang ditinggalkan, kami mengajak seluruh masyarakat NTB untuk mendoakan, memberikan kekuatan dan kesabaran.

Mari kita bersaksi bersama, bahwa Almarhum adalah orang baik, guru yang baik, ulama yang istiqomah.

Sambutan  atas nama Keluarga Besar Almarhum TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin, yang disampaikan oleh Al-Mukarram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir,.M.Ag (Ketua Tanfidziyah PWNU NTB), beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas langkah kakinya, atas peluhnya, atas doanya, yang telah memadati pemakaman Ayahanda kami hari ini.

Hari ini kita menyaksikan sendiri, bagaimana Allah memuliakan orang 'Alim. Yang  Wafatnya hari Kamis kemarin 15 Oktober 2026 dan hari ini Jum'at, hari Sayyidul Ayyam, Allah kirimkan lautan manusia untuk mengantar beliau.

Kedua, beliau meminta dengan kerendahan hati, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika semasa hidup Ayahanda kami ada tutur kata yang salah, ada janji yang belum tertunaikan, ada khilaf dan alpa, mohon dimaafkan dan dihalalkan.

Keluarga besar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa dari seluruh jamaah.

"Semoga lelah, peluh, dan langkah kaki ribuan jamaah hari ini menjadi saksi cinta kepada Almarhum dan menjadi amal jariyah yang meringankan beliau di alam kubur,".

Kata Takziah yang disampaikan oleh Al-Mukarram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir,.M.Ag (Ketua Tanfidziyah PWNU NTB). Beliau berkata bahwa Hari ini NTB menangis. Lombok menangis. Bahkan Indonesia juga menangis.

Kita tidak hanya kehilangan seorang Tuan Guru. Tetapi kita kehilangan Orang Tua tempat kita bertanya, tempat kita mengadu.

TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin beliau adalah Mustasyar PBNU, Rois Syuriah PWNU NTB, tapi beliau tidak pernah merasa besar. Beliau tetap menjadi guru ngaji yang tawadhu, rendah hati dan sangat alim Soleh.

Ribuan manusia dari ujung Lombok Timur sampai Lombok Barat bertumpah ruah disini. Jalan Macet total. semua jalan kaki kiloan meter. Kenapa? Karena ini adalah matinya orang alim adalah musibah bagi umat.

Rasulullah SAW bersabda: Mautul 'Alim Mautul 'Alam.

Hari ini alam Lombok NTB menangis dan berduka karena alimnya telah diambil.

Mari kita semua  jadi saksi, bahwa beliau adalah orang baik. Beliau adalah guru yang baik.

Almarhum telah pergi, tapi cahaya ilmu dan keteladanan Islam Wasathiyah yang beliau ajarkan yang beliau tanam di Qamarul Huda dan para jamaah akan tetap hidup selamanya.

Semoga Allah SWT senantiasa menerima semua amal Ibadah beliau dan ditempatkan disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan Amiin.   (Hamdiono)

0Komentar