Potret Kehidupan
Oleh: Wisno Sampulawa
Tokoh Muda Maluku Utara
Terbentang di atas kesuburan vulkanik Maluku Utara, Pulau Obi menyimpan sebuah laboratorium kehidupan yang membuktikan bahwa ketahanan pangan mampu bertunas dari akar rumput. Di tanah yang subur ini, tangan-tangan yang tak pernah lelah merawat bumi berpadu dengan keteguhan hati para perempuan untuk menenun asa setiap hari. Dari pelosok Halmahera Selatan inilah sebuah kisah inspiratif bersemi, mengharumkan nama Indonesia melalui ketulusan seorang perempuan sederhana bernama Siti Marnia, atau yang akrab disapa Mama Nia.
Perjalanan hidup Mama Nia merupakan sebuah simfoni tentang ketekunan yang dirajut sejak ia mulai mengolah sejengkal tanah pada tahun 2015. Berawal dari seorang petani biasa, kecintaannya pada alam membawanya melangkah jauh hingga berdiri di panggung nasional demi mengangkat martabat sesama. Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), ia merangkul para perempuan di sekitarnya untuk menularkan semangat produktivitas, membuktikan bahwa kelembutan tangan perempuan desa menyimpan kekuatan luar biasa untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga.
Ketika Kolaborasi Menghidupkan Harapan
Langkah Mama Nia kian tegak tatkala Harita Nickel hadir sebagai mitra sejati yang membersamai denyut nadi warga desa. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan terus merajut asa bersama warga dengan menghadirkan solusi nyata yang menjawab kebutuhan lokal. Dukungan sarana pertanian modern mulai dari pasokan pupuk yang terjaga, pembangunan greenhouse yang kokoh, hingga mesin bajak yang meringankan beban fisik mengubah wajah pertanian di Pulau Obi secara perlahan namun pasti.
"Harita Nickel bukan sekadar memberi bantuan, tetapi hadir mendampingi kami. Dengan adanya program CSR Harita, kami sangat terbantukan karena modal yang tadinya 100% bisa kami pangkas hingga tersisa 30%", ungkap Mama Nia dengan penuh rasa syukur.
Pemangkasan modal hingga 70 persen tersebut menjelma menjadi napas baru bagi para petani kecil yang mendambakan kemandirian. Kehadiran infrastruktur yang memadai dan kepastian akses pasar membuat setiap tetes keringat di kebun mendatangkan hasil yang berlipat ganda. Berkat jaminan serapan yang baik, senyum kebahagiaan kini senantiasa menghiasi wajah para keluarga petani yang melihat hasil panen mereka dihargai sepadan.
Ketangguhan Perempuan: Jantung Ketahanan Desa
Kisah Mama Nia adalah manifestasi indah dari pemberdayaan perempuan yang menghidupkan seluruh ekosistem sosial di sekitarnya. Di tangan mereka, ladang bukan sekadar tempat menanam sayur-mayur, melainkan ruang belajar yang hangat untuk merajut kebersamaan dan kemandirian. Ketika diberi ruang untuk berkarya, para perempuan desa ini mampu menginspirasi isi rumah sekaligus menjaga keberlangsungan masa depan lingkungan mereka.
Keterlibatan aktif dalam kegiatan ekonomi produktif tersebut membuktikan bahwa kesetaraan berjalan seiring dengan kelestarian tradisi leluhur. Dengan sentuhan kasih, mereka merawat tanah yang sama untuk memastikan setiap bibit yang disemai tumbuh menjadi fondasi ketahanan pangan yang kokoh bagi generasi penerus.
Buah Manis dari Ketulusan: PDB Awards 2026
Ketekunan yang dirawat dengan cinta itu akhirnya berbuah manis pada ajang CSR & Pembangunan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026. Diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) di Jakarta Selatan, ajang tersebut resmi menobatkan Mama Nia sebagai Local Hero dalam kategori Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus.
Penghargaan bergengsi yang diserahkan di hadapan para tokoh nasional ini menjadi bukti sahih bahwa ketulusan dari pelosok negeri mampu mencuri perhatian bangsa. Prestasi gemilang Mama Nia juga berdampingan dengan kesuksesan besar Harita Nickel yang memborong total enam penghargaan sekaligus atas komitmen mereka mendampingi masyarakat.
Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut lahir dari komitmen bersama untuk tumbuh berdampingan dengan warga.
"Program PPM kami diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi di wilayahnya. Karena itu, kami berupaya membangun program bersama masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal", ujarnya.
Berbagai program unggulan Harita Nickel turut menorehkan tinta emas melalui predikat bergengsi yang diraih, yaitu:
- Program Pelita, meraih predikat gold atas keberhasilannya memberikan pelatihan keterampilan siap kerja bagi ratusan pemuda sejak 2023.
- Program Kawasi Berseri, meraih predikat gold dalam menggerakkan kesadaran warga Desa Kawasi mengelola sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
- Program Rumah Belajar, meraih predikat gold sebagai ruang ramah anak untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi.
- Program Sentani dan KWT Soligi, masing-masing meraih predikat silver dalam mendampingi kelompok tani Desa Buton serta memberdayakan perempuan berbasis potensi lokal.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi harmonis antara dunia usaha dan masyarakat desa adalah kunci utama kemajuan bangsa. "Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi, komitmen, serta praktik terbaik dalam pengembangan desa yang berkelanjutan", tutur Riza Patria.
Catatan Redaksi: Pelajaran Berharga dari Tanah Obi
Kisah Mama Nia dan Harita Nickel di Pulau Obi meninggalkan pesan mendalam bahwa pembangunan sejati tidak diukur dari megahnya beton yang ditegakkan. Lebih dari itu, ia hidup dari seberapa dalam sebuah program mampu menyentuh sanubari, membangkitkan martabat, dan merajut kemandirian dari akar rumput. Di tengah dinamika zaman yang serba cepat, kisah ini mengajak kita untuk senantiasa merangkul bumi dan memberi ruang bagi perempuan untuk berdiri di garis depan perubahan. Dari tanah Pulau Obi yang subur, sebuah keteladanan abadi telah lahir mengajarkan bahwa ketulusan, kolaborasi, dan cinta kasih akan selalu menemukan jalan untuk menerangi semesta.

0Komentar