IKN-Lombok Tengah – Setelah melaksanakan Musyawarah Daerah pada akhir tahun 2025, Pimpinan Daerah Pemuda NWDI Lombok Tengah resmi dilantik pada hari Ahad (15/02/2026) di Gedung PKK Pendopo Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Prosesi pelantikan diagendakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda NWDI Lombok Tengah dirangkaikan dengan acara Dialog Publik untuk membedah visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah dengan tema “MASMIRAH sebagai Jati Diri Masyarakat Lombok Tengah”.
Dalam keterangan pers, Masjuddin selaku Ketua Umum membeberkan pada media tentang alasan kenapa tema tersebut diangkatnya. “Hari ini kami dilantik, jadi kami ingin keberadaan kami sebagai salah satu organisasi kepemudaan tidak hanya sekedar menghidupkan organisasi, tetapi kami ingin lebih bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk ikut serta dalam setiap agenda pembanguan di daerah tercinta kita, maka dari itu di momen sakral ini kami ingin mengisi dengan memahami lebih jauh visi-misi pemimpin daerah kita dari berbagai sudut pandang,” ungkap Masjuddin.
Sambutan Ketua Umum Pimpinan Daerah Pemuda NWDI Lombok Tengah, Masjuddin atau Bang Joe sapaan akrabnya menegaskan kepada rekan-rekan Pemuda NWDI harus mampu menjadi pioner-pioner perjuangan organisasi dan Lombok Tengah harus menjadi centrum perjuangan organisasi.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda NWDI Lombok Tengah, juga memaparkan tiga program kerja unggulan Pemuda NWDI Lombok Tengah pada satu periode kedepan guna menyentuh akar rumput perjuangan organisasi, diantaranya adalah pertama, Sinergi Madani yang meliputi Literasi dan Advokasi Desa. Dalam program ini pemuda NWDI Lombok Tengah akan masuk ke desa untuk melakukan edukasi hukum dan digital, hal iu diupayakan guna menangkis hoax yang beredar di kalangan masyarakat bawah yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Kedua, Kader Beriman yang meliputi Digital Madrasah dan Tahfidz Camp. Hal itu di upayakan guna melatih para pemuda untuk menguasai media sebagai mimbar dakwah yang baru dalam Inkubasi Dakwah Digital, serta memperkuat basis spiritual melalui Leadersih Tahfidz Camp, di mana calon pemimpin masa depan Lombok Tengah ditempa Al Quran dan manajemen organisasi modern secara stimulan. Ketiga, Program Mandiri Sejahtera meliputi Economic Incubator dan Santripreneur. Hal tersebut untuk memastikan Pemuda NWDI sebagai pemain utama dalam ekosistem ekonomi kreatif di Lombok Tengah guna mewujudkan kader NWDI yang mandiri secara ekonomi agar dapat berjuang maksimal untuk organisasi.
Agenda ini juga langsung dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda NWDI NTB Ahmad Muslim, M.Pd. bersama rombongan pengurus wilayah untuk melantik Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda NWDI Lombok Tengah. Dalam sambutannya Ahmad Muslim menegaskan bahwa salah satu kunci untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan itu adalah dengan kompak, utuh, bersatu, baik sesama internal organisasi maupun dengan pemerintah daerah dan lapisan masyarakat lainnya dalam membangun bangsa dan daerah.
Muslim juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang dinilai terbuka dan mengakomodir organisasi kepemudaan di Lombok Tengah.
“Saya atas nama Pimpinan Wilayah Pemuda NWDI mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati dan segenap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang telah memberikan ruang dan memfasilitasi serta mengakomodir rekan-rekan kami di tingkat daerah, ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terhadap organisasi kepemudaan”, ujarnya.
Tidak hanya PW Pemuda NWDI yang hadir dalam acara tersebut, Pengurus Besar NWDI juga turut membersamai acara Pelantikan dan Diskusi Publik yang diagendakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda NWDI Lombok Tengah. Prof. Dr. TGH. Abdul Fattah, M.Fil.I selaku Sekretaris Eksekutif PB NWDI hadir mewakili Syeikh Tuan Guru Bajang yang berhalangan hadir mengisi acara tersebut. Dalam sambutannya, Guru Besar UIN Mataram tersebut merangkum sambutanya dalam tiga huruf yaitu IDE.
Pertama, Informasi bahwa pentingnya pemuda untuk menyaring segala bentuk Informasi yang diperoleh. ”Pemuda ini harus membiasakan diri untuk menyaring informasi, jangan sesekali mengkonsumsi informasi secara mentah, perlu ditelusuri kebenaran dan keakuratannya”, sambut Prof. Fattah. Hal itu disampaikanya karena hari-hari ini banyak informasi yang terkadang berupaya untuk menjatuhkan suatu golongan, Lembaga, bahkan individu sesorang.
Informasi yang dimaksud oleh Guru Besar UIN Mataram itu juga berupa peluang-peluang yang harus dimanfaatkan untuk perjuangan organisasi dan kemajuan daerah.
Kedua, Digitalisasi bahwa pemuda hari ini tidak boleh jauh dari digitalisasi, karena zaman ini mengharuskan kecakapan dalam segala aspek itu didasari oleh melek digital. Segala sesuatu sudah serba digital sehingga jika tidak di kembangkan maka akan ada banyak potensi yang hilang.
Ketiga, Ekonomi juga tidak kalah penting yang harus di kembangkan ialah pada aspek ekonomi. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa selain aspek pendidikan, sosial dan dakwah, NWDI juga konsen terhadap aspek ekonomi, sehingga menguatkan ekonomi keummatan itu bagian dari perjuangan Organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah.
Pada acara tersebut turut hadir juga Drs. H.L. Muliawan, M.M. Asisten I Setda Lombok Tengah mewakili Bupati yang tidak bisa menghadiri acara tersebut. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa NWDI adalah salah satu instrumen penting yang dimiliki Lombok Tengah untuk membangun daerah.
“Kita di Lombok Tengah ini sedang membangun peradaban dan NWDI adalah salah satu instrumen penting pembangunan, jadi NWDI harus mengambil peran dalam mengeksekusi dan mengawasi visi-misi Bupati dan Wakil Bupati kita, kita bahu membahu membangun daerah kita tercinta”, tutup Mamiq Mul sapaan akrabnya.
Seusai pelantikan, acara tersebut dilanjutkan dengan Diskusi Publik yang mengangkat tema “MASMIRAH sebagai Jati Diri Masyarakat Lombok Tengah”. Hadir dua Narasumber yang ikut serta membedah konsep Masmirah. Pertama turut hadir Prof. Dr. H. Jamaluddin, M.A. yang merupakan Guru Besar UIN Mataram dalam bidang Sejarah Peradaban. Didampingi politikus ulung, H. Lalu Ramdan, S.Ag yang saat ini sedang menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam lanskap Sejarah, Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa ada banyak ketidaktahuan masyarakat tentang Masmirah, banyak yang menganggap Masmirah itu hanyalah sebuah akronim dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis), banyak juga yang menganggap tokoh fiktif yang diabadikan melalui lagu atau corak pakaian. Tetapi lebih dari itu, di dalam Sejarah sasak, Masmirah ini adalah salah satu tokoh yang ada di belakang zamannya Wali Nyatoq. Kiai Masmirah merupakan keturunan dari Sayid Musanna dan makamnya ada di Mujur, salah satu desa di Lombok Tengah. Faktanya memang tidak banyak tercatat dalam catatan-catatan sejarah sasak, tetapi mampu mewariskan ilmu yang sampai hari ini dilakukan oleh Masyarakat sasak. Keutamaan yang di ajarkan oleh Kiai Masmirah ini adalah mampu memperteguhkan ajaran islam dengan budaya lokal.
Guru Besar UIN Mataram ini memberikan contoh nyata ajaran yang di wariskan oleh Kiai Masmirah, diantaranya menggunakan bunga sebagai kelengkapan pada saat Ngurisan (cukuran anak kecil). Dulu pada zaman pra islam, Ngurisan harus di oleskan darah hewan yang disembelih untuk syukuran, kemudian perkembangan peradaban diganti dengan minyak wangi, lalu pada saat itu produksi minyak wangi sangat langka sehingga diganti dengan rendaman bunga yang bisa mengeluarkan aroma wewangian. Hal itu juga diikuti pada saat ziarah makam yang dimana disunnahkan menaruh wewangian di atas kubur. Contoh lain juga penggunaan sesaji, yang pada awalnya sebelum islam masuk di Lombok, Ketika ziarah makam masyarakat sasak membawa sesembahan seperti sesaji, lalu Kiai Masmirah pada saat itu meminta masyarakat untuk membawa sesaji yang lebih banyak lalu di hidangkan untuk para peziarah.
Kemudian dalam Lanskap Legislasi, H. Lalu Ramdan, S.Ag. selaku Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, menegaskan bahwa DPRD berkewajiban penuh dalam mengontrol kebijakan pemerintah daerah yang terangkum dalam visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah. Beliau juga menuturkan klasifikasi potensi wilayah menjadi tiga bagian, wilayah utara di sebut sebagai Aik Meneng, wilayah tengah disebut sebagai Tunjung Tilah dan wilayah Selatan disebut sebagai Mpak Bau. Klasifikasi ini menunjukkan potensi yang beragam yang dimiliki oleh Lombok Tengah dan DPRD mempunyai peran strategis dalam penganggaran dan pengawasan. Sehingga dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD menyambut antusias buah pikir pemuda untuk diaktualisasikan ke dalam kebijakan pemerintah daerah.
Dari hasil diskusi publik tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah mengajak pemuda NWDI Lombok Tengah untuk melakukan hearing ke Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah guna mematangkan buah pikir yang dihasilkan dalam diskusi publik tersebut untuk di masukkan sebagai bahan penguatan produk undang-undang pembanguan daerah di Lombok Tengah.
Turut hadir pada acara Pelantikan dan Diskusi Publik diantaranya, Asisten I Setda Lombok Tengah, Perwira Sandi Kodim 1620/Loteng, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Sekretaris Eksekutif PB NWDI, Ketua PW NWDI NTB, Ketua PD NWDI Lombok Tengah, Ketua PC NWDI se-Kabupaten Lombok Tengah, Ketua PW Pemuda NWDI NTB bersama rombongan, PD Muslimat NWDI Lombok Tengah, PC Muslimat NWDI se-Kabupaten Lombok Tengah dan OKP lingkup Kabupaten Lombok Tengah. (Tim)

0Komentar