IKN-Mandailing Natal – Kelompok 8 Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa STAIN Mandailing Natal, Sumatera Utara, menutup masa pengabdiannya di MIS Model Panyabungan dengan menggelar kegiatan penyambutan Bulan Suci Ramadan yang dirangkai dengan acara perpisahan. Kegiatan berlangsung di lapangan MIS Model Panyabungan, Jumat (13/02/26) dan diikuti seluruh murid serta dewan guru.
Agenda tersebut menandai berakhirnya praktik kependidikan mahasiswa PPL sekaligus menjadi ruang refleksi bersama mengenai nilai-nilai spiritual, kedisiplinan dan etika sosial dalam pendidikan dasar. Pemilihan momentum Ramadan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan upaya memperkuat pembentukan karakter religius di lingkungan madrasah.
Ketua Kelompok 8 PPL, Mhd. Muslimin Pulungan, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus pengabdian moral mahasiswa kepada sekolah mitra. “PPL bukan sekadar praktik mengajar, melainkan proses pembelajaran menjadi pendidik yang peka terhadap dimensi sosial dan spiritual para murid”, ujarnya.
Dalam sambutannya, Muslimin mewakili kelompok 8 juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PPL, termasuk kepala sekolah, dosen pembimbing lapangan (DPL), guru pamong, serta dewan guru. Menurut dia, dukungan tersebut memungkinkan mahasiswa menjalankan proses PPL secara optimal selama lebih dari satu bulan.
Nuansa reflektif menguat melalui tausiyah yang disampaikan Ustadz Khoirul Rambe. Ia menekankan bahwa Ramadan merupakan medium pendidikan akhlak yang melatih kejujuran, kesabaran dan empati sebagai nilai dasar kehidupan bersama.
Kepala MIS Model Panyabungan Maryam, S.Pd.I., mengapresiasi kontribusi mahasiswa PPL selama bertugas di sekolah tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar-mengajar, tetapi juga menghadirkan teladan intelektual dan spiritual bagi para murid.
Sementara itu, DPL Indra Kurniawan Siregar, M.Pd., menilai kegiatan ini mencerminkan integrasi antara kompetensi akademik dan kepekaan sosial mahasiswa. Ia berharap pengalaman PPL menjadi fondasi etis bagi calon pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan nasional.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan atas keberlanjutan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan. Usai doa, kegiatan dilanjutkan dengan salam-salaman antara mahasiswa, guru dan seluruh murid, menandai perpisahan dalam suasana kekeluargaan dan khidmat.
Melalui penutupan yang edukatif dan sarat makna ini, PPL Kelompok 8 STAIN Mandailing Natal 2026 menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan berlanjut pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial yang berkelanjutan. (MMP)


0Komentar