GpGiTSWiBSCpBSA6BSriTfdoGd==
Light Dark
Dari Milad ke Aksi Sosial: HMI Komisariat Sekawasan Madina Rayakan Usia Ke-79 di Panti Asuhan Siti Aisyah

Dari Milad ke Aksi Sosial: HMI Komisariat Sekawasan Madina Rayakan Usia Ke-79 di Panti Asuhan Siti Aisyah

×

IKN-Mandailing Natal – Peringatan milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tak selalu identik dengan gegap gempita seremoni. Di Mandailing Natal, Sumatera Utara, HMI Komisariat Sekawasan Cabang Mandailing Natal memilih merayakan usia organisasi dengan cara yang lebih sunyi namun bermakna yaitu berbagi ruang, doa dan solidaritas bersama anak-anak Panti Asuhan Siti Aisyah, Panyabungan.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (08/02/26), di Mushola Panti Asuhan Siti Aisyah, Jalan Lintas Timur Panyabungan, digelar dalam suasana khidmat dan reflektif. Puluhan kader HMI dari berbagai komisariat hadir bersama sejumlah alumni yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) Mandailing Natal. Perayaan ini menempatkan dimensi sosial dan spiritual sebagai poros utama, alih-alih sekadar perayaan simbolik usia organisasi.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh dua anak panti asuhan. Pembukaan tersebut menjadi penegasan bahwa Milad HMI bukan sekadar menoleh ke romantisme sejarah, melainkan upaya menghidupkan kembali orientasi moral dan kemanusiaan yang menjadi ruh kelahiran organisasi sejak 5 Februari 1947.

Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah STAIN Mandailing Natal, Asril Fauzi, mengatakan bahwa usia ke-79 HMI semestinya dimaknai sebagai momentum perenungan kritis. “Milad bukan soal angka, tetapi pengingat bahwa HMI lahir dari kegelisahan sosial dan tanggung jawab keumatan”, ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum HMI Komisariat Lafran Pane, Ildan Saleh. Menurutnya, memilih panti asuhan sebagai lokasi perayaan merupakan sikap sadar untuk menjaga orientasi khidmat organisasi. “HMI tidak boleh terjebak dalam romantisme sejarah tanpa kerja sosial yang nyata”, kata Ildan.

Dari kalangan alumni, perwakilan KAHMI Mandailing Natal, Ir. H. Aswin Rangkuti mengingatkan pentingnya keteladanan nilai-nilai profetik Nabi Muhammad SAW serta ajaran pendiri HMI, Prof. Drs. H. Lafran Pane, Pahlawan Nasional. “HMI tidak besar karena simbol atau atributnya, tetapi karena keberanian moral kadernya dalam menjaga nilai dan integritas”, ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Irwan Dani, S.Ag., yang menekankan kepekaan sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari iman dan intelektualitas. Doa bersama dipimpin Khoirul Rambe, disusul pemotongan kue Milad HMI oleh tokoh KAHMI Mandailing Natal yang juga anggota DPRD Mandailing Natal, H. Binsar Nasution.

Sebagai puncak kegiatan, HMI Sekawasan Mandailing Natal menyalurkan santunan kepada anak-anak panti asuhan. Penyerahan santunan diwakili oleh Mhd. Muslimin Pulungan, Asril Fauzi, Mhd. Khoiruddin Lubis, Ildan Saleh dan Muhammad Aji. Acara ditutup dengan makan siang bersama dan dokumentasi, menegaskan suasana kebersamaan yang egaliter tanpa sekat struktural.

Ketua panitia, Ahmad Mukhtar mengatakan konsep acara sengaja dirancang sederhana namun bermakna. “Kami ingin Milad HMI ke-79 ini meninggalkan jejak sosial, bukan sekadar dokumentasi seremonial”, katanya.

Perayaan Milad ke-79 HMI di Mandailing Natal itu menjadi pengingat bahwa usia organisasi bukan hanya soal panjangnya sejarah, melainkan sejauh mana nilai-nilai perjuangan tetap hidup dan bekerja di tengah realitas sosial. Dari ruang sederhana panti asuhan, HMI kembali menegaskan jati dirinya sebagai organisasi kader yang berpihak pada kemanusiaan, keislaman, dan keindonesiaan. (MM)

0Komentar