IKN-Agam – Deru mesin dan dentuman alat berat di Jorong Salimpaung kini berganti dengan gema syukur. Di bawah langit Nagari Malalak Utara, sebuah janji telah ditepati. Jumat (16/01/26) menjadi saksi sejarah saat Jembatan Aramco berdiri kokoh, menyambung kembali urat nadi kehidupan yang sempat terputus oleh amuk bencana. Bukan sekadar tumpukan baja dan tanah, jembatan ini adalah simbol ketangguhan dan bukti bahwa rakyat tidak berjuang sendirian.
Prajurit yang Membangun Harapan
Di balik kokohnya struktur jembatan ini, ada peluh dan dedikasi prajurit Kodim 0304/Agam, Zidam XX/TIB, dan Yon TP 896/Siginjai. Mereka bekerja berpacu dengan waktu, memastikan warga tak lagi terisolasi.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, S.E., M.Com, dengan nada haru menyampaikan bahwa kehadiran TNI adalah anugerah bagi masyarakat Malalak. Ucapan terima kasih setinggi-tingginya ia haturkan kepada Kasad dan Korem 032/WBR atas respons kemanusiaan yang begitu cepat dan nyata.
TNI Hadir Karena Rakyat Memanggil
Danrem 032/Wira Braja, Brigjen TNI Mahfud, S.E., M.Si., berdiri di atas jembatan yang baru tuntas itu dengan pesan yang menggetarkan. "Negara tidak boleh absen saat rakyat kesulitan. Alhamdulillah, hari ini kita sambungkan kembali harapan yang sempat terputus. Jembatan ini adalah jembatan persaudaraan yang menghubungkan dua nagari. Kami pastikan, pembangunan tidak akan berhenti di sini sampai ekonomi Sumatera Barat kembali pulih sepenuhnya".
Satu Doa, Satu Tujuan
Kini, warga Nagari Malalak Utara dan Malalak Barat tidak lagi dipisahkan oleh jarak. Peresmian ini diakhiri dengan syukur dalam doa bersama di Gedung Serbaguna Salimpaung. Di sana, kepala tertunduk dan tangan bertengadah, mensyukuri hadirnya kembali akses pendidikan bagi anak sekolah, akses kesehatan bagi lansia dan akses rezeki bagi para petani.
Jembatan Aramco Salimpaung kini berdiri tegak menjadi saksi bahwa di mana ada sinergi antara TNI, pemerintah dan rakyat, di situ ada kebangkitan. (AT)

0Komentar