IKN-Mandailing Natal – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal secara resmi melepas mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kelompok 8 untuk melaksanakan pengabdian akademik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Model Panyabungan, Senin (12/01/26). Kegiatan PPL ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak 12 Januari hingga 17 Februari 2026.
Pelepasan mahasiswa PPL tersebut menjadi bagian dari agenda akademik wajib STAIN Mandailing Natal sebagai upaya mengintegrasikan teori keilmuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik pembelajaran langsung di satuan pendidikan dasar. Melalui PPL, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian sebagai calon pendidik.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 8, Indra Kurniawan Siregar, M.Pd., menyampaikan bahwa PPL bukan sekadar formalitas akademik, melainkan proses pembelajaran nyata yang menuntut tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepekaan sosial mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan kultur sekolah, memahami karakter peserta didik, serta berkontribusi positif terhadap proses pembelajaran di madrasah.
“PPL adalah ruang aktualisasi mahasiswa. Di sini, mereka tidak hanya diuji kemampuan mengajar, tetapi juga integritas, etika, dan kemampuan bekerja sama dengan seluruh elemen sekolah”, kata Indra Kurniawan.
Kelompok 8 PPL STAIN Mandailing Natal ditempatkan di MI Model Panyabungan, salah satu madrasah yang menjadi rujukan pendidikan dasar Islam di wilayah tersebut. Kepala MI Model Panyabungan, Maryam, S.Pd.I., menyambut baik kehadiran mahasiswa PPL dan berharap program ini dapat memberikan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa maupun bagi madrasah.
“Kami berharap mahasiswa PPL dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, membawa inovasi metode mengajar, serta menjadi teladan bagi siswa dalam sikap dan perilaku”, ujar Maryam.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 8 PPL di MI Model Panyabungan berasal dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Mereka adalah Mhd Muslimin Pulungan dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta delapan mahasiswa dari Program Studi PGMI, yakni Anggun Paradita, Khalimatus Sakdiah, Nuraini, Siti Khodijah Rangkuti, Nur Mawaddah, Rizka Melinda, Khoirunnisa Lubis, dan Nabila Az-Zahra.
Selama pelaksanaan PPL, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas, penyusunan perangkat ajar, pendampingan siswa, serta berbagai aktivitas penunjang pendidikan lainnya. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan program pengembangan madrasah.
Program PPL ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa STAIN Mandailing Natal sebelum terjun sepenuhnya ke dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Melalui pengalaman lapangan yang nyata, mahasiswa diharapkan mampu membangun profesionalisme sebagai pendidik yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada mutu pendidikan Islam. (MMP)

0Komentar